Kabarminang — Aliansi Mahasiswa Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor gubernur provinsi tersebut pada Senin (4/5/2026) guna menyuarakan beragam isu strategis. Massa yang hadir sejak pukul 14.00 WIB kecewa lantaran gubernur dan wakil gubernur tidak kunjung menemui mereka.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, menemui massa demonstran pada pukul 15.30 WIB untuk meredam situasi. Ia hadir bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang bertugas mencatat semua poin aspirasi dari para demonstran.
Adib menyampaikan bahwa gubernur dan wakil gubernur tidak hadir di lokasi aksi bukan karena enggan untuk berkomunikasi dengan mahasiswa. Menurutnya, penugasan tim teknis merupakan langkah awal agar setiap permasalahan yang dibawa mahasiswa dapat langsung dikaji oleh dinas terkait.
“Pimpinan bukan tidak mau menemui Adik-adik mahasiswa secara langsung. Namun, untuk saat ini mereka diwakili oleh tim teknis terlebih dahulu,” tutur Adib kepada massa aksi.
Adib meminta mahasiswa untuk segera menyusun rumusan tuntutan tersebut secara tertulis untuk diserahkan secara resmi kepada gubernur. Ia menyebut bahwa dokumen tertulis tersebut akan menjadi dasar bagi gubernur dalam mengambil keputusan dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Ia menjamin bahwa setiap keluhan mengenai darurat narkoba dan biaya pendidikan akan disampaikan kepada atasannya yang lebih tinggi.
Adib mengakhiri pertemuan dengan mengimbau massa agar tetap tenang dan menjaga ketertiban umum. Ia memastikan bahwa semua aspirasi mahasiswa telah diterima oleh tim perwakilan pemerintah daerah untuk segera diproses secara administratif.
Koordinator lapangan demonstrasi itu, Shabbarin Syakur, dalam orasinya mengatakan bahwa kondisi kesejahteraan buruh saat ini semakin tertekan akibat ketimpangan antara kenaikan upah dan inflasi.















