“Insiden futsal terjadi di luar durasi resmi pertandingan akibat saling ejek, sedangkan sepak bola terjadi di dalam durasi permainan karena kontak fisik,” terang Septri.
Ia menambahkan, panitia bersama aparat kepolisian dan jajaran kepala daerah berupaya meredam setiap insiden agar tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.
“Panitia bersama aparat kepolisian dan jajaran kepala daerah bergerak cepat meredam situasi di lapangan sehingga kedua laga bisa dituntaskan,” tuturnya.
Menanggapi kejadian tersebut, panitia mengimbau seluruh atlet agar menjaga sportivitas dan mengendalikan emosi selama bertanding. Panitia juga menyerahkan penanganan terhadap atlet yang terlibat kericuhan kepada mekanisme internal masing-masing cabang olahraga.
“Mengenai sanksi kedisiplinan dan pembinaan atlet yang terlibat kericuhan kami serahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal cabang olahraga masing-masing,” tegas Septri.
Di sisi lain, rangkaian Porprov XVI Sumbar 2026 resmi ditutup di Stadion Utama Sumatera Barat pada Rabu (14/10/2026) malam. Kota Padang keluar sebagai juara umum, disusul Kota Solok di posisi kedua dan Kabupaten Padang Pariaman di peringkat ketiga.


















