Kabarminang- Dua pertandingan final cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 diwarnai kericuhan antarpemain. Insiden tersebut terjadi pada final futsal di Kabupaten Lima Puluh Kota dan final sepak bola di Kabupaten Padang Pariaman.
Ketua Dewan Pengarah Porprov XVI Sumbar, Septri, mengatakan kericuhan pertama terjadi pada pertandingan final futsal antara Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Insiden berikutnya terjadi pada laga final sepak bola antara Kota Payakumbuh dan Kota Sawahlunto.
“Insiden pertama terjadi saat final futsal antara Lima Puluh Kota melawan Payakumbuh, lalu disusul kericuhan pada final sepak bola antara Payakumbuh dan Sawahlunto,” kata Septri kepada Sumbarkita, Rabu (14/10/2026).
Final futsal tersebut berlangsung di Lapangan Futsal Situjuah Tungkar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (12/10/2026). Pertandingan yang dijuluki Partai Badunsanak itu dimenangkan tuan rumah dengan skor 4-3.
Kericuhan pecah setelah peluit panjang dibunyikan. Aksi selebrasi pemain tuan rumah yang dinilai provokatif ke arah bangku cadangan lawan memicu ketegangan hingga berujung aksi saling pukul antara pemain dan ofisial kedua tim.
Insiden tersebut terjadi di hadapan sejumlah kepala daerah yang menyaksikan pertandingan. Seorang pemain Payakumbuh dilaporkan mengalami luka ringan di bagian bibir akibat keributan itu.
“Untuk kasus futsal di Situjuah, gesekan terjadi setelah laga usai akibat provokasi selebrasi, namun kedua belah pihak langsung sepakat berdamai secara kekeluargaan pada malam harinya,” ujar Septri.
Sementara itu, kericuhan kedua terjadi dalam pertandingan final sepak bola antara Kota Payakumbuh dan Kota Sawahlunto di Stadion Utama Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (14/10/2026).





















