Kabarminang – Kota Padang mengalami lonjakan suhu udara dalam beberapa hari terakhir yang membuat masyarakat mengeluhkan cuaca yang terasa sangat panas dan terik. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sejumlah faktor atmosfer yang menjadi penyebabnya.
Prakirawan Stasiun BMKG Maritim Teluk Bayur saat dihubungi pada Sabtu (6/6/2026), mengatakan bahwa berdasarkan data pengamatan suhu udara maksimum harian di Indonesia pada periode 5–6 Juni 2026, suhu maksimum di Pulau Sumatra berkisar antara 26 hingga 34 derajat Celsius.
Menurutnya, suhu terendah di Sumatra tercatat di wilayah Silangit, Sumatra Utara, yakni sekitar 26 derajat Celsius. Sementara itu, suhu udara harian di Kota Padang saat ini berada pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius.
“Kondisi cuaca yang sangat cerah tanpa awan dalam beberapa hari ini sebenarnya dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang terjadi secara simultan,” ujar prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur.
BMKG menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang memicu cuaca panas adalah fenomena El Niño yang masih terpantau aktif. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat.
Selain itu, angin monsun Australia yang bergerak melintasi wilayah Sumatra turut membawa massa udara yang lebih kering dibandingkan biasanya. Dampaknya, tingkat kelembapan udara menurun sehingga pembentukan awan hujan menjadi lebih sulit terjadi.
“Kedua proses atmosfer tersebut pada akhirnya menyebabkan melemahnya pembentukan awan hujan di wilayah Sumatra Barat, termasuk Kota Padang,” katanya.
BMKG memperkirakan pengaruh El Niño masih akan berlangsung hingga sekitar tiga bulan ke depan. Meskipun demikian, kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca akan terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan yang terjadi secara mendadak.
Seiring meningkatnya suhu udara, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi, kelelahan akibat panas, maupun gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan juga diminta tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sehingga dapat memperoleh informasi yang akurat untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
















