Dari sisi kerusakan permukiman, BNPB mencatat total 157.838 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 77.397 rumah tercatat rusak ringan, 33.276 rumah mengalami rusak sedang, dan 47.165 rumah dilaporkan rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik. BNPB mencatat 215 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, sementara 3.188 fasilitas pendidikan terdampak. Selain itu, 806 rumah ibadah dilaporkan rusak akibat bencana.
Sektor infrastruktur transportasi turut terdampak signifikan. Sebanyak 98 jembatan dilaporkan terputus, serta 101 ruas jalan tidak dapat dilalui akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah terdampak.
Data yang dirilis BNPB ini menggambarkan besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah barat Indonesia hingga akhir Desember 2025. Pembaruan data terus dilakukan seiring perkembangan penanganan darurat di lapangan.















