Kabarminang – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan warga dan infrastruktur.
Berdasarkan Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor BNPB per 27 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia tercatat lebih dari seribu jiwa.
“Korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.137 jiwa,” Ungkap BNPB melalui Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025, dipantau pada pukul 11.15 WIB.
Dalam data tersebut, BNPB mencatat sebanyak 52 kabupaten dan kota terdampak bencana. Selain korban meninggal, terdapat 163 orang dinyatakan hilang hingga laporan ini diperbarui.
Korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Aceh Utara dengan 205 jiwa, disusul Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 192 jiwa.
Selanjutnya, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mencatat 133 korban meninggal dunia. Sementara itu, Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan masing-masing mencatat 88 korban meninggal.
Bencana ini juga menyebabkan pengungsian dalam jumlah besar. BNPB mencatat total 457,2 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat dampak banjir dan longsor.
Jumlah pengungsi terbanyak berada di Aceh Utara dengan 166,9 ribu orang, diikuti Aceh Tamiang sebanyak 150,5 ribu orang.
Kemudian, Gayo Lues mencatat 33,8 ribu pengungsi, Bireuen sebanyak 22,9 ribu orang, dan Aceh Timur mencapai 20,5 ribu jiwa.
















