Nur mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas rumah sakit menyampaikan bahwa Abil mengalami sesak napas karena tersedak air susu ibu (ASI). Selain itu, petugas rumah sakit menyampaikan kepada keluarga bahwa bayi terlambat mendapatkan penanganan karena perjalanan dari rumah menuju Kota Solok cukup jauh.
“Pihak rumah sakit mengatakan kenapa tidak mencari rumah sakit yang lebih dekat sebelum ke sini supaya lebih cepat mendapatkan penanganan,” ujar Nur.
Nur mengatakan bahwa kondisi Abil terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Setelah selesai menguburkan Abil, kata Nur, keluarga mendatangi Puskesmas Talang Babungo untuk meminta penjelasan perihal pelayanan yang diterima bayi tersebut saat dibawa dalam kondisi sesak napas. Namun, katanya, keluarga tidak mendapatkan penjelasan dari pengelola puskesmas.
“Kami kembali mencoba meminta konfirmasi kepada pihak puskesmas, tetapi pihak puskesmas hanya bungkam,” katanya.
Nur mengharapkan keadilan atas tindakan yang dilakukan Puskesmas Talang Babungo, yang tidak menangani korban sehinga korban meninggal dunia.
“Saya tidak mau orang lain mengalami apa yang kami alami ini lagi. Saya ingin pihak puskesmas ditindak seadil-adilnya,” ujar Nur.
















