Kabarminang – PT Bank Nagari menyalurkan 5.850 kotak atau sebanyak 204.500 helai masker kepada warga di wilayah kerja Bank Nagari yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker dimulai serentak pada 10 September 2026 melalui kantor cabang Bank Nagari di wilayah kerja masing-masing. Bantuan tersebut menyasar anak-anak sekolah dan masyarakat umum, khususnya di wilayah yang terdampak paparan kabut asap.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan Bank Nagari berupaya hadir di tengah masyarakat, termasuk ketika terjadi kondisi yang membutuhkan respons dan kepedulian bersama.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Bank Nagari kepada masyarakat yang terdampak kabut asap karhutla. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak,” kata Gusti.
Sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir mengalami kondisi kabut asap akibat karhutla, baik yang berasal dari provinsi itu maupun asap kiriman dari daerah sekitarnya. Kondisi tersebut berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah.
Berdasarkan pemantauan kondisi karhutla dan kabut asap di Sumatera Barat, risiko peningkatan paparan kabut asap terjadi pada periode Agustus–September 2026. Pada periode 1–7 September 2026, terpantau sebanyak 237 hotspot di 12 kabupaten dan kota di provinsi itu.
Konsentrasi hotspot tertinggi tercatat di Pesisir Selatan sebanyak 74 titik, Pasaman Barat 51 titik, Dharmasraya 36 titik, dan Sijunjung 32 titik.
Selain karhutla yang terjadi di Sumatera Barat, kabut asap kiriman dari provinsi tetangga turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, antara lain peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Padang serta kualitas udara yang mencapai kategori tidak sehat.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bank Nagari mengarahkan bantuan pada wilayah yang memiliki tingkat risiko dan paparan lebih tinggi.
Wilayah prioritas bantuan meliputi Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Dharmasraya, Sijunjung, dan Kota Padang. Sementara itu, bantuan kesiapsiagaan juga diarahkan ke Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Pasaman, dan Solok Selatan.
Bank Nagari juga terus memantau kondisi di kabupaten dan kota lainnya dan dapat meningkatkan status prioritas bantuan apabila terjadi peningkatan hotspot maupun penurunan kualitas udara.
Menurut Gusti, penanganan dampak karhutla dan kabut asap membutuhkan sinergi berbagai pihak. Karena itu, Bank Nagari berkomitmen untuk terus mengambil peran sesuai dengan kapasitas dan wilayah operasionalnya.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang selama kondisi kabut asap berlangsung,” ujarnya.
Pelaksanaan pembagian masker dilakukan oleh pegawai Bank Nagari melalui kantor cabang di masing-masing wilayah kerja. Selain masyarakat umum, anak-anak sekolah menjadi salah satu sasaran utama mengingat kelompok usia tersebut termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan partikel asap.
Bantuan sebanyak 204.500 helai masker tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat, khususnya mereka yang tetap harus melakukan aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Nagari tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi sosial di wilayah operasionalnya.
Penyaluran masker ini menjadi salah satu bentuk nyata nilai Peduli Bank Nagari dalam merespons kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.
Melalui jaringan kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah, Bank Nagari dapat bergerak lebih dekat dengan masyarakat dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada kelompok yang membutuhkan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank Nagari untuk terus memperkuat pelaksanaan program sosial yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam kondisi bencana maupun situasi yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Bank Nagari berharap kondisi kabut asap dapat segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Di saat yang sama, Bank Nagari akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah kerja dan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai kebutuhan.
Melalui semangat peduli, bertumbuh, dan integritas, Bank Nagari berkomitmen untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat, termasuk dalam menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan kepedulian dan kontribusi bersama.















