Kabarminang – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri (SMPN) 41 Padang terpaksa dihentikan sementara setelah banjir yang menerjang kawasan sekolah meninggalkan endapan lumpur setebal 10 hingga 15 sentimeter. Sedikitnya 14 ruang kelas terdampak, sementara puluhan meja dan kursi siswa hanyut terbawa arus.
Sekolah yang berada di Jalan Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, itu kini masih fokus melakukan pembersihan dan pendataan kerusakan akibat banjir yang melanda pada Senin (3/8/2026). Hingga Selasa (4/8/2026), seluruh kegiatan belajar mengajar masih diliburkan karena kondisi sekolah dinilai belum aman digunakan.
Kepala SMPN 41 Padang, Amridas, mengatakan hampir seluruh fasilitas sekolah terdampak banjir. Selain ruang kelas, air juga merendam laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perpustakaan, ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang guru hingga mushala.
“Hampir seluruh area sekolah terkena dampak banjir, meliputi 14 ruang kelas, laboratorium TIK, perpustakaan, ruang TU, ruang kepala sekolah, hingga ruang guru dan mushala,” kata Amridas kepada Sumbarkita, Selasa (4/8/2026).
Puluhan Meja Hanyut, Arsip Sekolah Rusak
Banjir tidak hanya meninggalkan lumpur, tetapi juga merusak berbagai fasilitas sekolah. Pagar bagian belakang sepanjang sekitar 50 hingga 60 meter dilaporkan roboh diterjang arus, sementara karpet mushala dan ruang guru rusak akibat terendam lumpur.
Kerusakan juga terjadi pada koleksi perpustakaan dan dokumen administrasi sekolah. Buku-buku perpustakaan terendam lumpur, sedangkan sejumlah arsip penting tidak dapat diselamatkan.
Menurut Amridas, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya mengamankan sejumlah barang elektronik dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi. Namun, derasnya arus membuat lemari penyimpanan roboh sehingga peralatan tersebut tetap mengalami kerusakan.
Selain itu, hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 62 unit meja dan kursi belajar siswa hanyut terbawa banjir. Inventaris lain yang turut rusak masih dalam proses pendataan.
Air Capai Setinggi Meja Belajar
Amridas menjelaskan, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih awal sekitar pukul 12.00 WIB demi menghindari risiko yang lebih besar.
















