Kabarminang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Salah satu titik terdampak berada di ruas Jalan Simpang Lampu Alai hingga Gunung Pangilun yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hampir sepinggang orang dewasa.
Genangan yang menutupi badan jalan membuat arus lalu lintas lumpuh. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sehingga sejumlah pengendara terpaksa memutar arah atau menghentikan perjalanan. Hingga Senin malam, banjir di kawasan tersebut dilaporkan masih belum surut.
Banjir juga menghambat aktivitas pelajar. Sejumlah siswa SMAN 3 Padang terpaksa bertahan di lingkungan sekolah karena akses menuju rumah mereka tertutup genangan air.
Salah seorang siswa SMAN 3 Padang, Ningsih, mengatakan bahwa dirinya bersama teman-temannya sempat terjebak di sekolah sejak banjir menggenangi jalan di sekitar kawasan tersebut.
“Kami tidak bisa pulang karena jalan sudah banjir. Jadi kami menunggu di sekolah sampai sore,” ujar Ningsih kepada Sumbarkita.
Menurut Ningsih, para siswa baru bisa meninggalkan sekolah setelah petugas datang membawa perahu untuk melakukan evakuasi.
“Sampai sore baru ada bantuan yang membawa perahu. Kami akhirnya pulang naik perahu,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa banjir merendam ruas Jalan Gunung Pangilun hingga Simpang Lampu Alai sehingga akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
















