Kabarminang — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang meraih empat penghargaan dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 yang ditutup di Yogyakarta pada Jumat (6/11/2026).
Empat penghargaan tersebut diraih dari tujuh kategori perlombaan yang diikuti UIN Imam Bonjol Padang. Penghargaan itu meliputi Juara I cabang Da’i Mahasiswa Putri yang diraih Mariza, Harapan II cabang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Putra oleh Hijrah, kategori Robotik untuk Mekanisme Terbaik, serta kategori Stand Expo untuk Stand Terautentik.
Capaian tersebut menjadi prestasi bagi UIN Imam Bonjol Padang dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki, menyampaikan bahwa OASE III 2026 diikuti 54 PTKIN. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut membutuhkan persiapan sekitar empat bulan.
Ia mengibaratkan proses penyelenggaraan OASE III seperti pembuatan bika ambon yang membutuhkan panas dari atas dan bawah. Perumpamaan itu menggambarkan besarnya usaha dan proses yang diperlukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya perlu unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga harus mampu menunjukkan prestasi di bidang sains dan teknologi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga, Sahiron, menutup OASE III 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Indonesia mampu memasuki masa keemasan atau The Golden Age of Indonesia pada 2045.
Ia mengatakan bahwa ada dua hal penting yang perlu dipersiapkan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, yakni penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terbentuknya masyarakat yang beragama dan membawa kemaslahatan.
“Untuk memasuki The Golden Age of Indonesia, syaratnya ada dua. Pertama, bangsa Indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, kita harus menjadi masyarakat yang beragama dan penuh maslahat,” ucapnya.
Menurutnya, OASE merupakan salah satu bagian dari upaya mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Namun, hal utama yang perlu dilakukan mahasiswa adalah menjalani perkuliahan dengan baik dan menguasai ilmu pengetahuan sesuai bidang masing-masing.
Penutupan OASE III 2026 juga ditandai dengan penyerahan estafet penyelenggaraan kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kampus tersebut akan menjadi tuan rumah OASE berikutnya pada 2028.
Melalui penyelenggaraan OASE, mahasiswa PTKIN diharapkan terus mengembangkan potensi dan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan di bidang keagamaan, sains, teknologi, dan riset.





















