Kabarminang – Lebih dari empat dekade menanti, masyarakat Jorong Tarantang, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, akhirnya menyaksikan jalan yang dahulu dibuka menggunakan cangkul mulai berlapis aspal.
Di depan rumahnya, Hanafi, tokoh masyarakat yang ikut membuka jalan tersebut pada 1983, duduk menyaksikan hamparan aspal hitam yang kini menutupi jalur yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga.
Bagi Hanafi, pengaspalan jalan itu bukan sekadar perubahan kondisi infrastruktur. Ada kenangan panjang tentang perjuangan masyarakat membuka akses jalan puluhan tahun lalu, yang akhirnya berujung pada perbaikan jalan pada 2026.
“Dulu jalan ini kami buka dengan cangkul. Alhamdulillah, kini sudah diaspal,” ujar Hanafi, mantan Sekretaris Nagari Sialang Gaung, Kamis (22/10/2026).
Ia menceritakan, pembukaan jalan pada 1983 tersebut merupakan bagian dari program ABRI Manunggal Membangun Desa. Jalan itu kemudian sempat dicor beton, tetapi kondisinya tidak bertahan lama. Setelah itu, warga masih harus menanti perbaikan hingga pengaspalan akhirnya direalisasikan.
Penantian panjang masyarakat tersebut kini terjawab melalui pekerjaan pengaspalan jalan sepanjang 413 meter dengan lebar 3,5 meter. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan memperbaiki akses transportasi dan menunjang aktivitas warga sehari-hari.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota melalui Paket II Tambahan TKD Tahun Anggaran 2026. Nilai kontraknya tercatat sebesar Rp955.059.031.
Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Daerah Pemilihan III dari Fraksi Gerindra, Rosandi Sanjaya Putra, turut menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pengaspalan jalan tersebut.
Ia mengatakan, peningkatan jalan itu merupakan aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkannya selama dua periode menjabat sebagai anggota legislatif. Aspirasi tersebut terus disampaikan agar akses jalan yang dibutuhkan warga mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Apresiasi kami kepada Ibu Bupati Annisa. Ini merupakan aspirasi masyarakat yang terus kami perjuangkan dan teruskan sebagai penyambung lidah masyarakat. Alhamdulillah, pada era beliau, pengaspalan jalan ini akhirnya bisa direalisasikan,” ungkap Rosandi.
Wali Nagari Sialang Gaung, Aries Gunawan, menyampaikan terima kasih atas pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, jalan itu menjadi salah satu akses masyarakat menuju Jalan Lintas Sumatera dan digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar. Perbaikan akses juga diharapkan membantu distribusi hasil pertanian sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Bagi warga yang selama ini menggunakan jalan tersebut, pengaspalan bukan hanya menghadirkan permukaan jalan yang lebih baik, tetapi juga menjadi harapan atas akses yang lebih memadai untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Hanafi menjadi saksi perjalanan panjang jalan itu, sejak dibuka dengan cangkul pada 1983 hingga akhirnya diaspal pada 2026. Penantian selama puluhan tahun tersebut kini meninggalkan perubahan nyata di lingkungan yang telah lama ia kenal.
Pembangunan jalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa infrastruktur bukan semata-mata soal panjang dan lebar jalan, melainkan juga akses yang dibutuhkan masyarakat untuk bergerak, bekerja, dan mengembangkan perekonomian.



















