Kabarminang — Akademisi Universitas Andalas (Unand) mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengembalikan fungsi kawasan Plaza Andalas sebagai terminal utama di tengah kota. Usulan tersebut dinilai dapat menghidupkan kembali simpul transportasi sekaligus memperkuat akses masyarakat ke pusat kota.
Dosen Pendidikan Profesi Insinyur Unand, Harison, mengatakan kawasan Plaza Andalas yang berdiri di bekas Terminal Andalas memiliki potensi untuk kembali diintegrasikan sebagai terminal pusat kota.
“Bangunan Plaza Andalas yang berdiri di eks Terminal Andalas sebaiknya dikembalikan atau diintegrasikan fungsinya sebagai terminal pusat kota,” tutur Harison pada Jumat (23/10/2026).
Menurut Harison, pengembalian fungsi tersebut dapat dilakukan tanpa harus menghilangkan aktivitas bisnis yang telah berjalan di Plaza Andalas. Ia mengusulkan pemanfaatan area basement sebagai fasilitas terminal bus dan angkutan.
“Pemanfaatan basement sebagai terminal akan menghidupkan kembali simpul transportasi warga tanpa mengganggu aktivitas bisnis komersial di atasnya,” kata Harison.
Harison menjelaskan bahwa konsep tersebut memungkinkan lantai atas gedung tetap digunakan sebagai pusat perbelanjaan atau hotel. Dengan demikian, katanya, integrasi fungsi terminal dapat dilakukan tanpa menghilangkan nilai investasi yang sudah ada.
Harison menilai bahwa keberadaan simpul transportasi di pusat kota penting untuk menjaga aksesibilitas masyarakat. Ia mencontohkan Stasiun Solo Balapan di Jawa yang tetap berada di pusat kota dan dinilai mampu mendukung aktivitas perekonomian di sekitarnya.
“Stasiun Solo Balapan membuktikan bahwa pusat transportasi yang tetap berada di jantung kota mampu menjaga roda perekonomian terus berputar,” ucap Harison.


















