Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar grup diskusi terpumpun Penguatan Produksi dan Rantai Pasok Produk Pertanian untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kota Padang, Kamis (22/10/2026). Grup diskusi terpumpun dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Prof. James Hellyward, Ketua GAPEMBI Agung Adhitya Lingga, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, serta Sekretaris Satgas MBG Kota Padang Alfiadi.
Grup diskusi terpumpun tersebut digelar untuk memperkuat produksi dan rantai pasok produk pertanian dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan program MBG.
Dinas Pertanian Kota Padang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand) melakukan pendataan, pengujian, dan survei rantai pasok bahan pangan.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui ketersediaan sekaligus kualitas bahan pangan yang dibutuhkan SPPG. Hasil pendataan dan survei diharapkan dapat menjadi dasar dalam memastikan kebutuhan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan bahwa pemerintah ingin memastikan rantai pasok bahan pangan untuk kebutuhan MBG berjalan dengan baik.
“Melalui FGD ini, kita ingin memastikan rantai pasok bahan pangan untuk kebutuhan MBG berjalan dengan baik. Pendataan, pengujian, dan survei dilakukan untuk mengetahui ketersediaan serta kualitas bahan pangan yang dibutuhkan SPPG. Kita juga ingin agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh UMKM dan pedagang lokal di Kota Padang,” ujar Raju.
Menurut Raju, Pemko Padang juga tengah mengupayakan penyediaan pasar yang higienis, halal, dan memenuhi standar kesehatan sebagai lokasi penjualan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan MBG.
“Kita sedang mengupayakan penyediaan pasar yang higienis, halal, dan memenuhi standar kesehatan. Dengan adanya lokasi khusus yang didukung pengawasan Satgas Pangan Aman, kita berharap bahan pangan yang dijual benar-benar terjamin kebersihan, keamanan, dan kualitasnya,” ucap Raju.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap bahan pangan yang digunakan dalam pelaksanaan program MBG. Pemko Padang mendorong penyiapan lokasi penjualan yang memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan kehalalan agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih mudah.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan SPPG. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung keberlanjutan program MBG, tetapi juga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Kota Padang.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan bahwa kerja sama dengan LPPM Unand dilakukan untuk melihat kesiapan rantai pasok bahan pangan di Kota Padang.
“Melalui kerja sama dengan LPPM Unand, kita melakukan pendataan dan survei untuk melihat kesiapan rantai pasok bahan pangan di Kota Padang. Harapannya, kebutuhan SPPG dapat terpenuhi dengan baik melalui produk pertanian dan bahan pangan dari UMKM serta pedagang lokal,” tutur Yoice.
Melalui grup diskusi terpumpun tersebut, Pemko Padang berharap penguatan produksi dan rantai pasok dapat mendukung ketersediaan bahan pangan yang aman dan berkualitas untuk program MBG sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pangan.




















