Kabarminang – Dinas Kesehatan Kabupaten Solok mencatat 2.705 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 7–17 Oktober 2026. Di tengah kondisi kabut asap di Sumatera Barat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.
Kepala Puskesmas Talang Babungo, Asnianti, mengatakan kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
Berdasarkan laporan harian kasus ISPA Dinas Kesehatan Kabupaten Solok melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), total kasus yang tercatat mencapai 2.705 kasus dalam 11 hari tersebut.
Puskesmas Selayo mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 343 kasus. Berikutnya, Puskesmas Alahan Panjang mencatat 281 kasus dan Puskesmas Bukit Sileh sebanyak 280 kasus.
Puskesmas Singkarak mencatat 253 kasus, disusul Puskesmas Muara Panas sebanyak 237 kasus. Sementara itu, Puskesmas Sungai Nanam mencatat 198 kasus dan Puskesmas Surian sebanyak 180 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Talang mencatat 156 kasus, Puskesmas Jua Gaek 124 kasus, Puskesmas Talang Babungo 109 kasus, dan Puskesmas Sirukam sebanyak 104 kasus.
Puskesmas Sulit Air mencatat 84 kasus, Puskesmas Paninggahan 74 kasus, Puskesmas Kayu Jao 71 kasus, dan Puskesmas Sungai Lasi sebanyak 66 kasus.
Adapun Puskesmas Simpang Tanjung Nan IV mencatat 48 kasus, Puskesmas Batu Bajanjang 40 kasus, Puskesmas Paninjauan 36 kasus, dan Puskesmas Tanjung Bingkung 21 kasus. Dalam tabel laporan, RSUD Arosuka tercantum dengan nol kasus.




















