Kabarminang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Dharmasraya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantapan Pengaplikasian SRIKANDI dengan fokus pada pengenalan fitur baru dan pemberkasan arsip di aula perpustakaan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan itu diikuti 64 peserta yang terdiri atas admin tata usaha (TU) dan konseptor dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dharmasraya, Asri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperkuat transformasi digital dalam administrasi pemerintahan dan kearsipan.
Ia mengatakan penerapan SRIKANDI menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Aplikasi SRIKANDI merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel melalui pengelolaan arsip dan administrasi persuratan secara elektronik yang tertib, terpadu, dan mudah diakses,” jelasnya.
Ia melanjutkan, peningkatan pemahaman dan keterampilan aparatur diperlukan agar penggunaan aplikasi tersebut dapat berjalan optimal. Admin tata usaha dan konseptor memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi persuratan serta pengelolaan arsip dinamis secara elektronik.
Kedua unsur tersebut diharapkan memahami alur kerja aplikasi, memanfaatkan fitur yang tersedia, dan melaksanakan pemberkasan arsip secara tertib sesuai dengan kaidah kearsipan.
Ia mengatakan kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan arsiparis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dharmasraya.
Para peserta dibekali penguatan tata kelola kearsipan melalui penerapan SRIKANDI, pengenalan fitur-fitur terbaru, tata cara penggunaan fitur sesuai kebutuhan administrasi, serta praktik pemberkasan arsip elektronik.
“Dengan kegiatan ini kita berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan dalam mengelola naskah dinas dan mengelompokkan arsip berdasarkan klasifikasi yang sesuai agar arsip dapat ditemukan kembali dengan mudah ketika dibutuhkan,” tuturnya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi antara admin tata usaha dan konseptor di setiap perangkat daerah. Dengan demikian, kendala dalam penggunaan aplikasi diharapkan dapat diminimalkan.
Melalui optimalisasi SRIKANDI, pemerintah daerah berharap pengelolaan surat dan arsip semakin tertib, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah, serta tata kelola pemerintahan semakin efektif dan akuntabel. Upaya ini sejalan dengan semangat SRIKANDI berjalan, arsip tertata, informasi mudah ditemukan.






















