Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memperkuat perlindungan kesehatan peserta didik di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 15 Puskesmas dikerahkan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara.
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya sebagai tindak lanjut arahan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Upaya ini ditujukan untuk memastikan pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Aprial Khamri Isra, mengatakan seluruh Puskesmas telah diminta menjalankan pembagian masker di wilayah kerja masing-masing.
“Puskesmas di wilayah kerja masing-masing kami kerahkan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Ini merupakan upaya untuk melindungi kesehatan peserta didik, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap,” ujar Yosta, Kamis (15/10/2026).
Pelibatan seluruh Puskesmas diharapkan memperluas jangkauan distribusi masker sehingga perlindungan dapat diberikan kepada peserta didik di berbagai wilayah Dharmasraya. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena paparan asap dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Pembagian masker kepada siswa juga merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak kabut asap yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah daerah. Pada tahap awal, Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya membagikan 5.000 masker kepada masyarakat.
Distribusi kemudian dilanjutkan dengan pembagian 10.000 masker pada tahap berikutnya. Selain itu, Pemkab Dharmasraya menerima bantuan 50.000 masker dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.
Dengan pengerahan 15 Puskesmas, sasaran perlindungan kini diperkuat di lingkungan pendidikan, terutama ketika aktivitas belajar mengajar secara tatap muka kembali berjalan. Koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan upaya tersebut terlaksana di lapangan.
Pemkab Dharmasraya juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar memperhatikan kondisi kesehatan anak selama beraktivitas di tengah kabut asap. Apabila anak mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya, orang tua diminta segera membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko paparan asap. Karena itu, pemantauan kondisi kesehatan siswa dan kualitas udara tetap diperlukan untuk menentukan langkah pencegahan yang sesuai.
Melalui upaya lintas perangkat daerah tersebut, Pemkab Dharmasraya berupaya menjaga agar kegiatan pendidikan berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik. Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla, perlindungan kesehatan anak menjadi perhatian penting pemerintah daerah.




















