Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Bantuan tersebut diantarkan langsung Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, didampingi sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pada Sabtu (25/9/2026).
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan rumah tangga, di antaranya magic com, kompor gas, termos air, kuali, serta peralatan salat. Selain itu, Baznas Bukittinggi turut menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta berupa 30 tabung gas lengkap dengan selang dan paket serta 20 penanak nasi.
“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa, kami berharap warga tabah menjalani situasi ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban korban bencana banjir bandang ini. Bantuan kita kumpulkan dari ASN dan masyarakat Bukittinggi,” kata Ramlan.
Ramlan juga mengajak warga yang terdampak bencana untuk tetap bersabar dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Yakinlah, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Wapres RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Daerah se-Sumbar. Kita semua akan bergandengan tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemko Bukittinggi kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang. Menurutnya, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang menjadi korban bencana.
“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi. Dengan perhatian dari Pemko dan warga Bukittinggi, berarti kami tidak sendiri. Terima kasih Pak Wali Kota, terima kasih masyarakat Bukittinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan banjir bandang melanda wilayah tersebut pada 21 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Bencana itu menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan berdampak terhadap 480 warga. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun lokasi pengungsian yang tersedia.
Selain menimbulkan dampak terhadap warga, banjir bandang juga merusak berbagai infrastruktur. Kerusakan berat dilaporkan terjadi pada enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering, serta puluhan rumah warga.
“Total kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp300 miliar,” tuturnya.
Ia melanjutkan, Pemkab Solok kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026. Selama masa tanggap darurat, penanganan diarahkan pada pencarian korban dan evakuasi warga, pengoperasian posko serta dapur umum, pembersihan jalan, sungai, dan fasilitas pemerintahan, distribusi logistik, pelayanan bagi warga yang terluka, serta koordinasi antarinstansi pemerintahan.




















