Kabarminang – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyalurkan insentif kepada 840 guru pendidikan keagamaan dan garin masjid serta mushalla untuk Triwulan III 2026. Penyerahan insentif tersebut dirangkaikan dengan pelatihan peningkatan mutu tenaga pendidik yang berlangsung di Hotel Valmont Bukittinggi, 2–6 November 2026.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, mengatakan kegiatan tersebut mencakup dua agenda utama, yakni pelatihan peningkatan mutu bagi guru MDTA, TPQ, Pondok Al-Qur’an, Rumah Tahfiz, dan pondok pesantren serta penyerahan insentif untuk periode Juli hingga September 2026.
“Kegiatan pelatihan, dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan menghadirkan 16 orang narasumber,” jelasnya.
Ia menyebutkan, insentif Triwulan III diberikan kepada 840 penerima yang terdiri dari 78 guru Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), 202 guru Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), 101 guru Forum Komunikasi Pondok Al-Qur’an (FKPA), 309 guru Badan Kerja Sama (BKS), serta 150 garin masjid dan musala.
Secara keseluruhan, anggaran pemberian jasa bagi guru keagamaan dan garin di Bukittinggi pada 2026 mencapai Rp7,782 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp6,792 miliar untuk guru dan Rp990 juta untuk garin.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, mengapresiasi perhatian pemerintah kota terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur’an. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat memotivasi para guru untuk terus mengembangkan pendidikan Al-Qur’an sekaligus membangun peradaban Qurani di Kota Bukittinggi.
“Kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik. Kecintaan terhadap Al-Qur’an harus terus ditanamkan sejak dini agar lahir pemimpin-pemimpin hebat dari Bukittinggi yang memiliki intelektualitas tinggi, akhlak mulia, serta mampu menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta berlandaskan nilai agama dan budaya Minangkabau juga perlu menjadi perhatian.
“Para guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama dan budaya. Diharapkan melalui pelatihan peningkatan mutu dan pemberian insentif ini, kompetensi serta kesejahteraan guru semakin meningkat,” ujarnya.
Ia berharap para pendidik dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, menanamkan nilai-nilai agama, serta membentuk generasi muda Bukittinggi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berbudaya.
Dengan pelatihan dan penyaluran insentif tersebut, Pemko Bukittinggi berharap kualitas pendidikan keagamaan semakin meningkat sekaligus memperkuat peran guru dalam membentuk karakter generasi muda.






















