Kabarminang – Sirukam Dairy Farm (SDF) di Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, memelihara sekitar 250 sapi perah dan menghasilkan 1.700 liter susu per hari. Produksi tersebut dipasarkan ke Sumatera Barat dan Riau setelah sebagian susu diolah menjadi berbagai produk sekaligus menopang pengembangan SDF sebagai kawasan wisata edukasi peternakan dan pertanian.
Manager Area Wisata Sirukam Dairy Farm, Zulheri atau akrab disapa Cai, mengatakan bahwa dari total populasi tersebut, 105 ekor merupakan sapi laktasi atau sapi yang sedang menghasilkan susu. Ia menyebut bahwa sapi yang dipelihara SDF merupakan jenis friesian holstein (FH). Sapi tersebut berasal dari Australia dan sebelum didatangkan ke Sirukam telah melalui proses pemeliharaan serta pengembangbiakan di Malang, Jawa Timur.
“Produksi kita sekarang sekitar 1.700 liter per hari,” ujar Cai kepada Kabarminang.com pada Minggu (6/9/2026).
Cai menginformasikan bahwa jumlah produksi tersebut meningkat dibandingkan dengan produksi yang pernah disampaikan pengelola pada 2025, yakni sekitar 1.500 liter per hari dengan populasi sapi sekitar 200 hingga 250 ekor. Ia menyebut bahwa penambahan sapi yang dilakukan belakangan berjalan dengan baik, terkontrol, lancar, dan aman.
Susu yang dihasilkan SDF, kata Cai, tidak seluruhnya dipasarkan dalam bentuk susu segar. Sebagian diolah menjadi susu pasteurisasi, yogurt, keju natural dan mozarela. Produk tersebut kemudian dikembangkan lagi menjadi berbagai produk turunan, di antaranya es krim, pizza serta makanan dan minuman lainnya.
Cai mengatakan bahwa pemasaran produk susu SDF saat itu mencakup wilayah Sumatera Barat dan Riau. Menurutnya, permintaan terhadap produk tersebut cukup tinggi, tetapi kapasitas produksi masih terbatas sehingga belum seluruh permintaan dapat dipenuhi.
“Permintaan cukup tinggi, tetapi produksi kita masih terbatas. Sekarang baru bisa memenuhi outlet dan mitra yang sudah ada di Sumbar dan Riau,” katanya.
Kondisi tersebut juga membuat SDF belum dapat memasok susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cai mengatakan bahwa produksi yang tersedia masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan outlet dan mitra yang telah berjalan.















