PT Sirukam Lumbung Nagari kata Cai merupakan badan usaha yang menaungi Sirukam Dairy Farm. Perusahaan tersebut didirikan pada 2018 dan menjalankan kegiatan peternakan sapi perah, pengolahan susu, pertanian serta pariwisata.
Selain pengembangan populasi sapi, SDF juga memperkuat pengolahan hasil peternakan menjadi berbagai produk. Berdasarkan daftar penjualan Sirukam Dairy yang tersedia, susu original kemasan 250 mililiter Rp4.500 per botol, sedangkan varian cokelat, stroberi, mangga dan melon Rp6.500.
Untuk kemasan satu liter, Cai merincikan susu original plastik Rp12.000 dan varian rasa Rp20.000. Susu original botol plastik Rp17.000 dan varian rasa Rp25.000, sedangkan susu original botol kaca Rp14.000 dan varian rasa Rp22.000. Produk yogurt varian stroberi, mangga dan melon ukuran 250 mililiter tercantum Rp10.000. Yogurt plain kemasan plastik Rp15.000, sedangkan kemasan botol satu liter Rp20.000. Untuk produk olahan lainnya, keju natural Rp200.000 per kilogram dan Rp50.000 untuk kemasan slice. Sementara itu, mozzarella ukuran 250 gram Rp55.000.
Dari sisi keamanan pangan asal hewan, kata Cai PT Sirukam Lumbung Nagari juga tercatat memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk unit budi daya ternak perah dan unit pengolahan susu. NKV budi daya ternak perah tercatat BTP-130206-23-01 dengan tingkat II, sedangkan unit pengolahan susu tercatat UPS-130205-0001 dengan tingkat I.
Cai mengatakan bahwa pengembangan SDF tetap dilakukan secara bertahap. Sektor peternakan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang sudah ada, sementara pengolahan susu terus dikembangkan agar hasil produksi memiliki nilai tambah.
Di sektor pariwisata, kata Cai, pembaruan wahana dan pengalaman wisata juga akan terus dilakukan untuk menjaga daya tarik kawasan bagi pengunjung.
Bagi pengelola, kata Cai, pengembangan SDF berjalan pada dua sisi sekaligus, yakni meningkatkan kapasitas produksi susu di tengah permintaan pasar yang masih tinggi dan mempertahankan daya tarik wisata di tengah perubahan jumlah kunjungan.
“Kita tetap berkembang bertahap. Harapannya SDF bisa menjadi eko bisnis, ikut membangun nagari dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tutur Cai.















