Kabarminang — Polisi menembak kaki seorang buronan begal sepeda motor di Jorong Gando, Nagari Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu (18/8/2026). Begal tersebut beraksi di Dharmasraya pada Jumat (17/7/2026).
“Dia melawan petugas saat akan ditangkap. Karena itu, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki terhadap pelaku,” ujar Kepala Polsek Sungai Rumbai, AKP Sutrisman.
Sutrisman mengatakan bahwa buronan tersebut berinisial AP (27 tahun), warga Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Dharmasraya. Ia menyebut bahwa AP bersama rekannya berinisial I membegal seorang pria berinisial RD, warga Jorong Sungai Jerinjing, Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Dharmasraya.
Untuk menangkap AP, kata Sutrisman, pihaknya berkoordinasi dengan personel Satuan Reserse Kriminal Polres Payakumbuh. Setelah mendapatkan informasi dari polisi di Payakumbuh tentang keberadaan AP, pihaknya menangkap pemuda itu di tempat persembunyiannya.
Perihal pembegalan yang dilakukan AP dan I, Sutrisman menceritakan bahwa pada Jumat (17/7/2026) sekira pukul 20.00 WIB keduanya melihat korban di area parkir Masjid Al-Ikhwan, Sungai Rumbai. AP berpura-pura meminjam kaca spion sepeda motor kepada korban. Setelah itu, AP dan I meminta tolong kepada korban untuk diantarkan ke suatu tempat dengan berbonceng tiga.
“Setibanya di dekat GOR Mini Tuanku Kerajaan, Jorong Tanah Abang, Nagari Sungai Rumbai, AP dan I pelaku menganiaya RD dengan membanting dan menginjaknya hingga tak berdaya. Kepala korban memar. Kemudian, mereka membawa kabur sepeda motor korban,” tutur Sutrisman.
Akibat kehilangan sepeda motornya, Honda Beat Deluxe bernomor polisi BA 2660 VS, kata Sutrisman, korban rugi sekitar Rp16 juta. Ia menyebut bahwa perwakiklan keluarga korban berinisial A kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sungai Rumbai.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sungai Rumbai, Ipda Dandi Fernando, mengatakan bahwa setelah menerima laporan korban, pihaknya mencari kedua pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya mengetahui bahwa kedua pelaku kabur dari Dharmasraya.
















