Kabarminang — Seorang pria di Agam dibacok di bagian wajah oleh seseorang di ladangnya pada Rabu (29/7/2026) sore. Setelah dibacok, korban mengendarai sepeda motornya untuk pulang meski wajahnya berlumuran darah.
Istri korban, Monika Safitri (36 tahun), menginformasikan bahwa suaminya bernama Masrinaldi (41 tahun). Mereka tinggal di Kampung Parik, Jorong III, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung. Sementara itu, ladang tempat korban dibacok berada di Kampung Simaruok, Jorong V, Nagari Garagahan.
Monika menceritakan bahwa pembacokan itu terjadi pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia menyebut bahwa suaminya berangkat dari rumah ke ladang pukul 16.30 WIB dengan membawa bibit jagung untuk ditanam di ladang milik orang tua korban.
Setibanya di ladang, kata Monika, korban melihat seseorang bernama Bujang E, usia sekitar 50 tahun, sedang menebang bambu betung yang berada di ladang orang tua korban. Korban lalu mengatakan kepada Bujang E bahwa bambu tersebut milik orang tua korban karena berada di ladang orang tua korban. Namun, Bujang mengatakan bahwa bambu itu miliknya karena ia yang menanamnya.
“Suami saya lalu mengatakan kepada Bujang bahwa silakan ambil bambu yang sudah dia tebang, tetapi jangan lagi mengambil bambu tersebut. Ketika suami saya hendak pergi, Bujang membacok bagian wajah suami saya dengan parang,” tutur Monika.
Dalam keadaan berdarah-darah, kata Monika, korban menyalakan sepeda motornya untuk pulang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan orang, lalu meminta pertolongan untuk diantar ke rumah.
“Setibanya di rumah, suami saya meminta saya untuk mengambilkan baju. Saya kira dia baru pulang mengambil madu seperti biasanya. Ternyata saat saya lihat, wajahnya berlumuran darah. Saya lalu meminta tolong kepada orang yang membawa suami saya pulang untuk mengantarkan suami saya ke RSUD Lubuk Basung, sementara saya menyusul,” ucap Monika.
Karena tidak terima suaminya dibacok, Monika melaporkan Bujang ke Polres Agam sekitar pukul 22.00 WIB.















