Kabarminang — Seorang petani tewas karena disambar petir di sawahnya di Pandam, Jorong Pasar Durian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala Polsek Lubuk Basung, Iptu Yuli Dekri, menginformasikan bahwa petani tersebut bernama Ariyon Edi (44 tahun), warga Pandam.
Yuli mengatakan bahwa korban berangkat dengan menggunakan sepeda motor menuju sawahnya. Saat hujan turun disertai petir, korban diduga tersambar petir di sana dan langsung meninggal.
Setelah menerima laporan dari Wali Jorong Pasar Durian, kata yuli, personel polsek bersama tentara segera mendatangi lokasi tempat korban disambar petir. Kemudian, pihaknya mendatangi RSUD Lubuk Basung untuk melihat kondisi korban yang dievakuasi oleh warga.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter Ikhsan Kurnia di RSUD Lubuk Basung, korban sudah tidak bernapas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tersambar petir,” tutur Yuli.
Yuli menyampaikan bahwa dokter menemukan luka bakar pada tangan kanan, bahu, dan pangkal lengan kiri korban. Ia menyebut bahwa ada aroma hangus khas akibat sengatan listrik di tubuh korban.
Yuli mengatakan bahwa keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah akibat faktor alam. Ia menyebut bahwa keluarga korban tidak akan menuntut siapa pun atas kejadian tersebut.
Yuli menambahkan bahwa musibah itu dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir di Lubuk Basung. Ia menyebut bahwa area persawahan yang terbuka memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap sambaran petir, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk.















