Kabarminang – Longsor bebatuan tebing kembali terjadi di Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya di KM 66 dekat Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Material longsor menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas di lokasi ditutup sementara.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan bahwa longsor dipicu curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga siang hari.
“Karena hujan mengakibatkan tebing batu yang gantung di lokasi longsor sebelumnya itu jadi turun sehingga setengah badan jalan saat ini tertutup longsor,” katanya kepada Sumbarkita.
Menurut Pifzen, material longsor tidak menutup seluruh badan jalan. Namun, kondisi di lokasi masih sangat rawan karena berpotensi terjadi longsor susulan.
“Untuk kendaraan masih bisa lewat secara buka tutup baik itu sepeda motor ataupun mobil namun terlalu padat, dan sempit, tidak disarankan pengendara memaksakan lewat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan, polisi bersama instansi terkait memutuskan menutup sementara arus lalu lintas hingga proses pembersihan material longsor selesai dilakukan.
“Saat ini di lokasi sudah dikerahkan 2 unit alat berat untuk membersihkan material longsor, untuk arus lalu lintas kita tutup sementara sampai selesainya pembersihan material longsor,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang hendak bepergian melalui ruas Jalan Padang–Bukittinggi, khususnya di kawasan Lembah Anai dekat Jembatan Kembar, untuk sementara menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif hingga kondisi dinyatakan aman. Pifzen menambahkan, cuaca di lokasi saat ini sudah tidak lagi diguyur hujan. Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta waspada mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi.















