Kabarminang – MAN 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), buka suara terkait dengan siswanya yang diduga meledakkan bom rakitan di sekolah pada Selasa (14/7/2026). Mereka menyebut bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan tentang dugaan perundungan (bullying) yang dialami siswa tersebut.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan bahwa pihaknya belum memperoleh kronologi lengkap dan belu, meminta keterangan langsung dari RF, siswa tersebut, setelah dugaan peledakan bom rakitan di sekolah itu sekitar pukul 10.15 WIB.
“Kami juga tidak tahu dan belum mendapat informasi apa-apa tentang itu. Jadi, kami belum tahu kronologi jelasnya. Kasus ini sudah ditangani kepolisian,” kata Marliza kepada wartawan di MAN 3 Padang.
Marliza menyampaikan bahwa pihaknya belum sempat berbicara dengan RF karena kondisi sang siswa saat itu belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. Ia menyebut bahwa pihaknya baru hanya melihat kondisi sekolah setelah ledakan terjadi.
Soal informasi yang beredar mengenai dugaan perundungan terhadap RF, Marliza mengatakan bahwa pihaknya belum pernah menerima laporan perundungan dari RF maupun dari orang tuanya. Pihaknya tidak memiliki catatan pelanggaran maupun laporan mengenai konflik yang melibatkan RF. Ia menyebut bahwa RF selama ini dikenal pendiam.
“Soal dia kena bully, tidak ada laporannya. Jadi, pastinya kita tidak tahu ceritanya. Bagaimana kita mau menggali begitu lebih dalam? Sekarang kita serahkan saja masalah ini langsung kepada kepolisian. Informasi yang kami terima dari wali kelas selama ini hanya berkaitan dengan kehadiran RF. Dia sempat beberapa kali tidak masuk sekolah,” tutur Marliza.
Marliza menambahkan bahwa pihaknya menunggu perkembangan penanganan kasus itu dari kepolisian sebelum menyampaikan informasi lanjutan maupun langkah yang akan diambil terhadap siswa tersebut. Sementara itu, katanya, kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang tetap berlangsung seperti biasa.
Sebelumnya diberitakan tentang adanya dugaan ledakan di MAN 3 Padang di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (14/7/2026). Seorang siswa kelas XII berinisial RF, warga Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, diduga membawa bom rakitan ke sekolah dan meledakkannya.














