Sumbarkita — Wali Kota Pariaman Yota Balad meletakkan batu pertama pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Pariaman Tengah, Kamis (9/7). Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Pariaman Peduli yang dijalankan Pemerintah Kota Pariaman bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Yota Balad mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemko Pariaman bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam upaya menurunkan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Penerima pertama adalah Gasman, warga Kelurahan Jalan Kereta Api, sedangkan penerima kedua Dahnil, warga Kelurahan Ujuang Batuang, Kecamatan Pariaman Tengah. Bantuan ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, melainkan membangun kembali harapan dan martabat keluarga penerima manfaat agar dapat hidup di hunian yang sehat dan layak,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Program Pariaman Peduli merupakan inisiatif sosial Pemerintah Kota Pariaman melalui BAZNAS Kota Pariaman. Program tersebut berfokus pada pendistribusian zakat, bantuan kemanusiaan, pembangunan rumah layak huni, santunan bagi mustahik, serta berbagai bentuk bantuan sosial lainnya.
Menurut Yota, rumah memiliki peran penting bagi kehidupan keluarga, bukan hanya sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun masa depan.
“Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah. Penyaluran bantuan RTLH di Kecamatan Pariaman Tengah telah melalui proses verifikasi yang ketat agar tepat sasaran kepada asnaf yang berhak menerima,” katanya.
Ia juga menyebut Pemerintah Kota Pariaman pada 2026 telah merealisasikan perbaikan sebanyak 461 unit Rumah Tidak Layak Huni yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Program tersebut didukung melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPR RI.
Yota meminta pemerintah desa dan kelurahan terus mendata warga yang masih menempati rumah tidak layak huni agar dapat diusulkan memperoleh bantuan pada program berikutnya.
“Kepada pihak kelurahan dan desa, kami meminta agar kembali melakukan peninjauan terhadap warganya. Apabila ditemukan RTLH yang belum masuk dalam program BSPS, segera laporkan agar bisa diusulkan kembali kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong selama proses pembangunan rumah berlangsung.
“Saya ikut bersyukur dan berbahagia kepada keluarga penerima manfaat. Semoga rumah yang layak huni, sehat, dan aman ini membawa berkah serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Saya juga berpesan kepada masyarakat sekitar, mari kita hidupkan kembali semangat gotong royong agar pembangunan rumah ini berjalan lancar, cepat, dan efisien,” tutupnya.
















