Kabarminang – Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Solok dan Kota Solok. Dalam beberapa hari terakhir, stok kedua jenis BBM tersebut dilaporkan kerap habis sejak menjelang siang.
Kondisi itu dilaporkan terjadi di SPBU Koto Baru di Jalan Raya Padang–Solok, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, serta SPBU KTK Solok di Jalan Prof. Dr. Moh. Yamin, Kelurahan Pandan, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. Fenomena tersebut berlangsung sejak Kamis pekan lalu hingga Selasa (7/7/2026).
Akibat stok yang cepat habis, sejumlah pengendara terpaksa berkeliling mencari BBM ke SPBU lain untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.
Salah seorang warga, Candra Eka Putra (50), mengaku beberapa kali gagal mendapatkan Pertalite saat datang mengisi BBM sekitar pukul 11.00 WIB. Sebagai kuli bangunan, sepeda motor menjadi sarana utama yang digunakannya untuk bekerja setiap hari.
“Sudah beberapa hari ini saya datang sekitar jam 11 siang untuk mengisi Pertalite, tapi selalu dibilang sudah habis. Akhirnya saya harus mencari ke SPBU lain. Itu tentu menambah waktu dan biaya, padahal kendaraan saya dipakai setiap hari untuk bekerja,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Keluhan serupa disampaikan Non Martis, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS). Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan masyarakat karena harus mencari BBM ke lokasi lain atau membeli secara eceran dengan harga lebih mahal.
“Kalau di SPBU sudah habis, kami terpaksa mencari ke tempat lain. Memang ada yang menjual secara eceran, tetapi harganya lebih mahal. Tentu ini sangat memberatkan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pasokan Pertalite dan Pertamax di kedua SPBU tersebut segera kembali normal agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan harga sesuai ketentuan.
















