Kabarminang — Perempuan bernama Warni (64 tahun) tewas terbakar di rumahnya di Balarambahan, Kampung Rantau Batu Pasar, Nagari Pungasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin (29/6/2026). Ia terbakar dalam keadaan terpasung.
“Sebelum terjadinya kebakaran itu, korban dipasung dengan rantai oleh keluarganya karena korban merupakan ODGJ dan berdasarkan informasi dari warga pemasungan itu dilakukan karena korban sering mengganggu warga,” ujar Camat Linggo Sari Baganti, Zul Irfan Harun, kepada Kabarminang.com pada Jumat (3/7/2026). ODGJ merupakan singkatan dari orang dengan gangguan jiwa.
Menurut keterangan warga, kata Irfan, korban kerap mengganggu warga sekitar, di antaranya dengan melemparkan kotoran kepada warga dan sering meninggalkan rumah sehingga keluarga kesulitan mengetahui keberadaannya.
Sebelum kebakaran itu terjadi, kata Irfan, menurut informasi yang diperolehnya dari warga, keluarga korban telah berencana untuk membawa wanita itu ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin di Padang pada Selasa (30/6/2026). Namun, rencana itu belum terwujud.
Wali Nagari Punggasan, Yandrianto, mengatakan bahwa sepengetahuannya, Warni baru tiga bulan menjadi ODGJ. Ia menyebut bahwa penyakit Warni kadang-kadang kambuh, tetapi kadang normal-normal saja.
Selama penyakit ODGJ Warni kambuh, kata Yandrianto, Warni sering mengganggu warga seperti melempar kotorannya kepada warga, menggedor-gedor rumah warga (bahkan tengah malam, juga sering menghilang tengah malam.
“Dulu waktu isu begal pocong beredar, Warni pernah menghilang tidak terlihat di kawasan rumahnya. Dia sudah dicari keluarga, tetapi tidak ketemu. Akhirnya, kelurganya mendapatkan informasi dari salah satu akun TikTok sedang live yang memperlihatkan keberadaan Warni berada di tengah gerombolan preman di Sungai Tunu,” tutur Yandrianto kepada Kabarminang.com.
Setelah melihat itu, kata Yandrianto, warga pasar Punggasan bersama wali nagari datang ke Sungai Tunu di lokasi siaran langsung itu. Sesampainya, di lokasi meminta penjelasan preman Sungai Tunu itu.















