Kabarminang – Keluarga mendiang Ingga Pratama Putra (33), seorang guru laki-laki sekolah dasar (SD) yang ditemukan meninggal dunia di kamar mes Polres Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menduga korban meninggal akibat tindak pembunuhan. Dugaan tersebut disampaikan melalui kuasa hukum keluarga, Rudi Chandra, saat melaporkan penanganan perkara ke Bidang Propam Polda Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026).
Menurut Rudi, laporan tersebut diajukan agar proses penyelidikan mendapat pengawasan yang ketat sekaligus menjamin transparansi dalam pengungkapan penyebab kematian korban. Keluarga juga berharap penyelidikan berlangsung secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Kami melaporkan penanganan ini ke Propam Polda Sumbar untuk mengantisipasi adanya intimidasi. Keluarga sempat menerima pesan implisit yang meminta mereka tenang dan tidak memperpanjang masalah ini,” ujar Rudi.
Korban diketahui berdomisili di Kampung Bunga Pasang II Tangkujue, Nagari Bunga Pasang Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Korban sehari-hari mengajar di SDN Nomor 13 Sungai Pinang Tarusan.
Rudi menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih sempat berkomunikasi dengan ibunya pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 22.15 WIB. Saat itu, korban mengabarkan masih berada di tempat tinggal temannya yang diketahui merupakan penghuni kamar mess tersebut.
Keesokan harinya, Minggu (28/6/2026), korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar mess tersebut. Menurut pihak keluarga, terdapat sejumlah kejanggalan yang mereka temukan saat pertama kali melihat lokasi kejadian.
“Saat keluarga pertama kali masuk, kamar sangat berantakan seperti bekas perkelahian dan korban terbaring tanpa bantal. Namun saat polisi melakukan olah TKP lanjutan, kondisi kamar dilaporkan sudah rapi,” kata Rudi.
Selain kondisi tempat kejadian perkara, keluarga juga mempertanyakan hasil pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan di RS RSUD Dr. Muhammad Zein Painan yang menurut mereka mengarah pada dugaan korban meninggal akibat henti jantung dan napas yang dipicu pembekapan. Dugaan tersebut, kata Rudi, turut diperkuat dengan adanya lebam kemerahan pada bagian punggung korban. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik.















