Kabarminang — Membludaknya pengunjung pada puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 pada Minggu (28/6/2026) berdampak terhadap terpisahnya sejumlah anak dari orang tua maupun keluarganya. Panitia mencatat belasan anak sempat diamankan setelah ditemukan sendirian di tengah padatnya kerumunan penonton.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, panitia membuka Posko Kehilangan yang berada di sisi panggung utama Tabuik di kawasan Pantai Gandoriah. Posko itu menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga maupun bagi petugas yang menemukan anak-anak terpisah dari rombongannya.
Ketua Panitia Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026, Elfis, mengatakan bahwa keberadaan posko tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat yang datang menyaksikan puncak perayaan Tabuik.
“Jumlah pengunjung hari ini sangat banyak sehingga potensi anak terpisah dari orang tua memang cukup tinggi. Karena itu, kami menyiapkan Posko Kehilangan di dekat panggung utama agar masyarakat yang kehilangan anggota keluarga bisa segera mendapatkan bantuan,” kata Elfis.
Menurutnya, hingga sore hari panitia menerima laporan belasan anak yang ditemukan terpisah dari keluarga. Sebagian besar berasal dari daerah di sekitar Pariaman, seperti Padang Pariaman dan sejumlah daerah tetangga lainnya.
Elfis menuturkan bahwa seorang anak yang datang bersama keluarganya dari Pekanbaru juga sempat diamankan petugas setelah terpisah dari orang tuanya di tengah padatnya pengunjung. Berkat koordinasi antara panitia, petugas keamanan, dan keluarga, anak tersebut akhirnya dapat dipertemukan kembali dengan orang tuanya.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman, Jodhe, mengatakan bahwa setiap anak yang ditemukan sendirian langsung dibawa ke Posko Kehilangan untuk diberi pendampingan sambil menunggu keluarganya datang.
“Begitu ada laporan atau petugas menemukan anak yang terpisah dari keluarganya, kami langsung membawanya ke posko. Setelah itu identitas dan ciri-cirinya kami umumkan melalui pengeras suara agar keluarga dapat segera datang menjemput,” ujar Jodhe.
















