Ia mengatakan bahwa koordinasi dilakukan bersama panitia, personel TNI-Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, dan unsur pengamanan lainnya yang bertugas di sepanjang lokasi penyelenggaraan Tabuik. Ia menilai bahwa langkah tersebut efektif untuk mempercepat proses mempertemukan kembali anak dengan keluarganya.
Jodhe mengimbau para orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak selama berada di kawasan Tabuik. Kepadatan pengunjung, menurutnya, membuat anak-anak mudah terpisah jika tidak selalu berada dalam pengawasan.
“Kami mengimbau agar orang tua tidak melepaskan pengawasan terhadap anak, apalagi saat berada di tengah keramaian. Jika terjadi kehilangan anggota keluarga, segera laporkan ke Posko Kehilangan atau kepada petugas terdekat sehingga dapat segera kami tindak lanjuti,” katanya.
Hingga rangkaian puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 berakhir, semua anak yang sempat diamankan di Posko Kehilangan berhasil dipertemukan kembali dengan orang tua maupun keluarganya. Panitia menyebut baha pelayanan tersebut disiapkan sebagai bentuk komitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang memadati perhelatan budaya tahunan di Pariaman.
















