Sumbarkita – Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul menurunnya kualitas udara di Kota Padang yang diduga dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari sejumlah daerah lain.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Hendri meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin tidak sehat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara akibat asap Karhutla. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar Hendri Zulviton, Jumat (14/8/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memperburuk kualitas udara. Salah satunya pembakaran sampah dan pembakaran lahan secara sembarangan.
BPBD Kota Padang juga meminta masyarakat melakukan pencegahan sejak dini dan tidak menunggu kondisi memburuk. Warga yang melihat titik api, asap tebal, atau kejadian kebakaran di lingkungan sekitar diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan kebencanaan melalui Call Center Padang Sigap 112, BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775, atau WhatsApp BPBD Kota Padang di 0858-9152-2181.
















