Rabu, Juli 29, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Tim Peneliti Politani Payakumbuh Pelajari Pertanian Regeneratif di Ladang Langit Coffee Farm

Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 06:02
in Pendidikan
Tim penelitian SINERGI dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melakukan kunjungan lapangan ke Ladang Langit Coffee Farm di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Juni 2026

Tim penelitian SINERGI dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melakukan kunjungan lapangan ke Ladang Langit Coffee Farm di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Juni 2026


Kabarminang – Tim penelitian SINERGI dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melakukan kunjungan lapangan ke Ladang Langit Coffee Farm di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan pengamatan dan pengambilan sampel sekaligus mempelajari praktik budidaya kopi berkelanjutan yang diterapkan di perkebunan tersebut.

Tim yang dipimpin Prof. Dr. Rince Alfia Fadri dan didampingi peneliti dari Coffee Education Research Institute (CERI) berdiskusi langsung dengan pemilik Ladang Langit Coffee Farm, Prof. Surip Mawardi. Dalam pertemuan itu, berbagai topik dibahas, mulai dari sejarah kopi, konsep pertanian regeneratif, hingga penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan kebun.

Surip Mawardi mengatakan bahwa pengelolaan kebun yang dilakukannya berupaya mengembalikan fungsi ekologis hutan melalui sistem pertanian yang berkelanjutan.

“Saya tidak bisa mengembalikan hutan, tetapi saya ingin mengembalikan fungsi hutan,” ujarnya.

Menurut Surip, fungsi hutan sebagai konservasi tanah, konservasi air, dan pelindung keanekaragaman hayati perlu dihadirkan kembali dalam sistem perkebunan modern. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pendekatan tersebut juga berdampak positif terhadap kualitas kopi yang dihasilkan.

Salah satu konsep yang diterapkan di Ladang Langit Coffee Farm adalah ekonomi sirkular. Melalui pendekatan ini, limbah diminimalkan dan seluruh sumber daya dimanfaatkan secara optimal. Untuk mendukung sistem budidaya kopi organik, perkebunan juga mengelola peternakan skala kecil sebagai penyedia bahan baku pupuk organik dari kotoran sapi dan kuda.

Ladang Langit Coffee Farm berdiri di atas lahan yang sebelumnya memiliki tingkat kesuburan rendah. Namun, melalui pengelolaan berkelanjutan, lahan tersebut berhasil diubah menjadi kebun kopi organik yang produktif.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menanam pohon lamtoro sebagai tanaman pelindung kopi. Selain menyediakan biomassa dan nitrogen bagi tanah, tanaman ini juga mendukung pengendalian hama secara alami dengan menciptakan habitat bagi berbagai organisme yang berperan dalam keseimbangan ekosistem.

Sebelum bibit kopi ditanam, lubang tanam diisi daun-daunan dan bahan organik lainnya untuk menghasilkan pupuk alami yang menjadi sumber nutrisi tanaman.

“Tujuannya adalah menciptakan pupuk organik secara alami yang nantinya menjadi sumber nutrisi bagi tanaman kopi,” kata Surip.

Penerapan biodiversitas juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kebun. Selain kopi, sejumlah tanaman lain seperti andaliman dibudidayakan untuk menjaga kesehatan tanah sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

Dalam sistem penanaman, Ladang Langit Coffee Farm menerapkan metode pagar ganda dengan pola zig-zag. Metode ini memungkinkan peningkatan populasi tanaman tanpa mengurangi akses cahaya matahari, sehingga pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien.

Praktik lain yang menjadi perhatian tim peneliti adalah penggunaan dua hingga tiga batang kopi dalam satu lubang tanam. Menurut Surip, metode tersebut mampu meningkatkan produktivitas tanaman.

“Dengan dua atau tiga batang kopi dalam satu lubang tanam, produksi dapat meningkat dan hasil panen menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Untuk mengurangi persaingan antartanaman, setiap batang dipelihara dengan tinggi yang berbeda sehingga seluruh tanaman tetap memperoleh sinar matahari secara maksimal.

Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar kebun tidak sepenuhnya dibersihkan. Tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai mulsa alami untuk menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, dan menekan pertumbuhan gulma baru.

Surip juga menekankan pentingnya penerapan pertanian regeneratif dalam pembukaan lahan perkebunan. Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan memulihkan kesehatan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperbaiki siklus air secara alami.

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti juga menyoroti pentingnya sistem ketertelusuran (traceability) dalam industri kopi. Melalui sistem dokumentasi yang terintegrasi, konsumen dapat mengetahui asal-usul kopi, proses budidaya, hingga tahapan pascapanen yang dilalui produk sebelum sampai ke tangan pelanggan.

Salah satu platform yang mendukung sistem tersebut adalah Ecotrace yang mendokumentasikan rantai pasok kopi secara menyeluruh. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kopi Indonesia yang diproduksi secara berkelanjutan.


Tags: budidaya kopiekonomi sirkularkopi organikLadang Langit Coffee Farmpertanian regeneratifPoliteknik Pertanian Negeri PayakumbuhProf Surip MawardiSiborongborongTapanuli Utaratraceability kopi

Berita Terkait

UM Sumbar Terima Hibah Literatur Berharga dari India untuk Dukung Pendidikan dan Riset

UM Sumbar Terima Hibah Literatur Berharga dari India untuk Dukung Pendidikan dan Riset

28 Juli 2026
Dosen Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat Sosialisasikan Ergonomi kepada Siswa SMK Pariwisata ‘Aisyiyah

Dosen Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat Sosialisasikan Ergonomi kepada Siswa SMK Pariwisata ‘Aisyiyah

28 Juli 2026
Mahasiswa FAH UIN Imam Bonjol Padang Raih Juara Umum ADIA FEST 2026

Mahasiswa FAH UIN Imam Bonjol Padang Raih Juara Umum ADIA FEST 2026

26 Juli 2026
Raih Medali Terbanyak, 10 SMA Ini Jadi Sekolah Terbaik di Sumatera Barat 2025

Daftar 10 SMA Terbaik di Sumbar 2026, MAN IC Padang Pariaman Peringkat 40 Nasional

25 Juli 2026
UNP dan Unand Harumkan Sumbar, Masuk Daftar 20 Universitas Terbaik Indonesia Versi Webometrics

UNP dan Unand Harumkan Sumbar, Masuk Daftar 20 Universitas Terbaik Indonesia Versi Webometrics

25 Juli 2026
Hulwah Yusriyyah Azmi, Mahasiswi UM Sumatera Barat Raih Juara Satu Kompetisi Ilmiah Nasional 2026

Hulwah Yusriyyah Azmi, Mahasiswi UM Sumatera Barat Raih Juara Satu Kompetisi Ilmiah Nasional 2026

25 Juli 2026
Next Post
Anggaran Gorden dan Lampu Gantung Kantor Gubernur Sumbar Disorot, DPRD Diminta Bertindak

Anggaran Gorden dan Lampu Gantung Kantor Gubernur Sumbar Disorot, DPRD Diminta Bertindak

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 12 April 2026: Berawan hingga Udara Kabur

12 April 2026

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Pria di Agam Ditemukan Bersimbah Darah di Pacuan Kuda Ambacang, Keluarga Sebut Korban Dibacok OTK

Pria di Agam Ditemukan Bersimbah Darah di Pacuan Kuda Ambacang, Keluarga Sebut Korban Dibacok OTK

25 Juli 2026

10 Pejabat Utama Polda Sumbar Dirotasi, Ini Daftarnya!

Polwan Polda Sumbar Laporkan Atasan Berpangkat AKBP atas Dugaan Pelecehan Seksual

25 Juli 2026

Enam Polres di Sumatera Barat Punya Wakil Kapolres Baru

Polisi Pangkat AKBP Diduga Lecehkan Polwan secara Seksual, Ini Kata Polda Sumbar

26 Juli 2026

Warga Padang yang Kabur dari RS Unand Seminggu Lalu ke Hutan Biologi Unand Belum Ditemukan

Warga Padang yang Kabur dari RS Unand Seminggu Lalu ke Hutan Biologi Unand Belum Ditemukan

28 Juli 2026

Kericuhan Warnai Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock, Pihak Kampus Angkat Bicara

Kericuhan Warnai Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock, Pihak Kampus Angkat Bicara

22 Juli 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.