Kabarminang – Keindahan Danau Singkarak yang membentang di Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat, ternyata pernah dinikmati wisatawan melalui perjalanan kereta api wisata yang melintas di tepian danau tersebut. Kereta Wisata Danau Singkarak sempat menjadi salah satu daya tarik wisata transportasi di Sumbar sebelum akhirnya berhenti beroperasi secara reguler pada 2014.
Danau Singkarak merupakan danau terbesar di Sumatera Barat dengan luas sekitar 107,8 kilometer persegi dan kedalaman mencapai 268 meter. Danau alami yang terbentuk akibat aktivitas geologi dan letusan gunung berapi purba itu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di daerah tersebut.
Pada masa operasionalnya, Kereta Wisata Danau Singkarak dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan rute Solok–Sawahlunto–Batu Tabal dan sebaliknya. Sebelumnya, layanan ini sempat melayani rute Padang Panjang–Sawahlunto sebelum mengalami perubahan jalur.
Kereta wisata tersebut diresmikan pada 21 Februari 2009 dan beroperasi setiap akhir pekan serta hari libur nasional. Selain itu, kereta juga dapat disewa secara khusus oleh rombongan wisatawan.
Perjalanan kereta yang berlangsung sekitar dua jam itu melewati sejumlah stasiun, yakni Batu Tabal, Solok, Muara Kalaban, dan Sawahlunto. Salah satu daya tarik utama perjalanan tersebut adalah pemandangan Danau Singkarak yang dapat dinikmati langsung dari jendela kereta. Kereta biasanya ditarik lokomotif BB 204 dan melintasi jalur rel bergigi yang menjadi ciri khas perkeretaapian di kawasan itu.
Namun, layanan Kereta Wisata Danau Singkarak akhirnya berhenti beroperasi secara reguler sejak 2014. Saat itu, salah satu alasan yang mencuat adalah minimnya tingkat keuntungan dari operasional kereta wisata tersebut.
Meski demikian, harapan untuk kembali melihat kereta melintas di kawasan Danau Singkarak mulai terbuka. Pemerintah pusat melalui program reaktivasi jalur kereta api nonaktif berencana menghidupkan kembali sejumlah lintasan di Sumatera Barat.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan jaringan kereta api di Sumbar. Salah satu program yang disiapkan adalah reaktivasi jalur kereta api nonaktif dengan investasi awal sekitar Rp300 miliar.
















