Menurut Andre, Sumbar menjadi salah satu daerah prioritas dalam program reaktivasi jalur kereta api di Pulau Sumatera. Total panjang jalur yang direncanakan untuk diaktifkan kembali mencapai 248,5 kilometer.
Beberapa jalur yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Naras–Sungai Limau sepanjang 6,5 kilometer, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanan sepanjang 162 kilometer, Muara Kalaban–Sawahlunto sepanjang 4 kilometer, Padang Panjang–Batu Tabal sepanjang 18 kilometer, Batu Tabal–Solok sepanjang 34 kilometer, serta Solok–Muara Kalaban sepanjang 24 kilometer.
Jalur Padang Panjang–Batu Tabal, Batu Tabal–Solok, hingga Solok–Muara Kalaban merupakan lintasan yang dahulu menjadi bagian penting perjalanan kereta wisata yang menyusuri kawasan Danau Singkarak.
Andre menilai reaktivasi jalur kereta api tersebut akan membuka konektivitas baru antarwilayah, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun peta jalan pengembangan jaringan Kereta Trans Sumatera yang akan menghubungkan berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Jika program reaktivasi itu terealisasi, bukan tidak mungkin lintasan yang dahulu menjadi jalur Kereta Wisata Danau Singkarak kembali hidup dan menghadirkan pengalaman menikmati panorama danau terbesar di Sumbar dari atas kereta api.
















