Kabarminang – Sebanyak 30 unit rumah warga terendam banjir akibat luapan air Sungai Rawa Naga di Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan pada Senin (8/6/2026) pukul 17.00 WIB.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Jafri mengatakan bahwa air hulu Sungai Batang Tapan mulai naik drastis sejak pukul 16.00 WIB akibat tingginya curah hujan.
“Curah hujan yang sangat tinggi di area hulu sejak sore hari membuat debit air sungai meningkat cepat dan meluap ke pemukiman penduduk,” kata Jafri.
Jafri menjelaskan pihaknya pertama kali menerima laporan kedaruratan mengenai luapan air tersebut dari warga setempat pada pukul 17.30 WIB. Warga segera menghubungi petugas begitu air mulai mendekati kawasan pemukiman.
Jafri menyatakan tim penanggulangan bencana langsung dikerahkan ke lokasi setelah mendapat laporan untuk memastikan kondisi keselamatan warga yang terdampak.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami, sehingga tim evakuasi langsung siaga,” tuturnya.
Jafri memaparkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Posko Tapan sudah berada di pemukiman warga guna melakukan kaji cepat dan pemantauan debit air. Anggota tim terus bersiaga mengawasi titik-titik rawan genangan.
“Kami langsung menginstruksikan TRC Posko Tapan bergerak ke lapangan untuk melakukan asesmen situasi dan memantau pemukiman warga.” Ujarnya.
Jafri menyebutkan, data sementara di lapangan menunjukkan air luapan sungai sempat masuk ke dalam rumah dan menggenangi halaman tempat tinggal warga. Tinggi genangan bervariasi namun masih dalam batas pemantauan petugas.
Menurutnya kondisi air di pemukiman saat ini sudah berangsur surut meskipun wilayah Ranah Ampek Hulu Tapan masih diguyur gerimis.
“Kabar baiknya air sudah mulai turun dari lantai rumah warga,” kata Jafri.
Jafri menerangkan bahwa laporan penanganan banjir ini telah disampaikan secara berjenjang kepada Kepala BNPB, Kalaksa BPBD Provinsi, hingga Bupati Pesisir Selatan. Koordinasi lintas sektoral langsung diaktifkan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.
“Kondisi terakhir malam ini air mulai surut, namun statusnya masih gerimis sehingga warga di bantaran sungai harus tetap waspada.” Imbaunya.
Jafri memastikan koordinasi teknis penanganan logistik dan kedaruratan bersama Kepala Bidang serta Kasi Kedaruratan terus berjalan intensif untuk mengantisipasi potensi luapan susulan. Seluruh elemen kebencanaan daerah tetap disiagakan hingga situasi benar-benar aman.
















