Kabarminang — Sebanyak 264 mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Padang melalui skema KKN Selingkar Kampus. Kegiatan itu diawali dengan pelaksanaan diskusi grup terpumpun (focus group discussion/FGD) sebagai bagian dari tahapan persiapan KKN Lingkungan Kampus yang direncanakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Diskusi grup terpumpun tersebut digelar di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aia Pacah, pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Kesbangpol Padang, Tarmizi Ismail, yang mewakili Pemerintah Kota Padang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelaksanaan KKN Selingkar Kampus yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Pemerintah Kota Padang menyambut baik pelaksanaan KKN Selingkar Kampus ini. Terima kasih atas ide KKN Selingkar Kampus ini. Ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan kampus dengan masyarakat,” ujar Tarmizi.
Menurut Tarmizi, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tingkat kelurahan, sekaligus mendukung program pembangunan daerah.
Dengan diskusi itu, ia berharap pelaksanaan KKN pada Juli–Agustus 2026 dapat berjalan lebih terarah, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Padang.
Sementara itu, Ketua Tim Panitia KKN 52 Berdampak UIN Imam Bonjol Padang, Abdullah Khusairi, memaparkan bahwa petunjuk teknis (juknis) menjadi landasan utama dalam pelaksanaan KKN Lingkungan Kampus. Ia menjelaskan bahwa juknis tersebut disusun sebagai pedoman operasional agar kegiatan KKN berjalan terarah, sistematis, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Abdullah menegaskan bahwa secara filosofis, KKN Lingkungan Kampus merupakan pola baru dalam pengabdian kepada masyarakat yang bersifat kontekstual dan terintegrasi. Ia mengharapkan pendekatan itu mampu mendukung Program Unggulan Pemerintah Kota Padang sekaligus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Dalam sesi tanya jawab, para lurah dan camat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelaksanaan program itu. Mereka bahkan menyampaikan kebutuhan yang lebih spesifik terhadap kehadiran mahasiswa di lapangan, terutama dalam bidang teknologi informasi. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin berbasis digital.
Para peserta diskusi berharap mahasiswa KKN, yang mayoritas berasal dari generasi Z, dapat berkontribusi dalam penguatan kapasitas digital di tingkat kelurahan. Kemampuan mahasiswa dalam mengelola media digital, sistem informasi, hingga publikasi berbasis teknologi dinilai sangat relevan untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Padang, Desy Susanty, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Kegiatan itu juga dihadiri Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, bersama perwakilan dari 9 kelurahan, serta Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, bersama 13 kelurahan. Mereka menyatakan kesiapan wilayah masing-masing dalam mendukung pelaksanaan KKN.
Sebanyak 22 kelurahan menjadi lokasi penempatan mahasiswa, dengan masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 12 orang. Secara keseluruhan, program ini akan melibatkan kurang lebih 264 mahasiswa yang disebar untuk menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat.
Ketua LP2M, Wakidul Kohar, dalam pemaparannya menjelaskan konsep KKN Berdampak yang menjadi arah utama kegiatan. Ia menegaskan bahwa KKN harus mampu menghadirkan perubahan nyata melalui pendekatan yang berdaya, tangguh, dan berbudaya.
















