Sabtu, Agustus 29, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Harimau Masuk Permukiman Warga, Walhi Kritik Keras BKSDA Sumbar

Mengki Kurniawan
Jumat, 29 Mei 2026 20:51
in Kabar Sumbar
Seekor harimau Sumatra diamankan BKSDA Sumbar setelah masuk ke dalam kandang jebak di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Agam, Sumatera Barat, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 2.30 WIB.

Seekor harimau Sumatra diamankan BKSDA Sumbar setelah masuk ke dalam kandang jebak di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Agam, Sumatera Barat, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 2.30 WIB.


Kabarminang — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat (Sumbar) mengkritik keras kinerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar yang dinilai gagal mencegah tingginya konflik antara manusia dan harimau Sumatra akibat pembiaran kerusakan hutan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Tommy Adam, menyatakan bahwa pendekatan BKSDA selama ini salah kaprah karena hanya fokus mengevakuasi harimau setelah konflik terjadi. Menurutnya, instansi tersebut sangat pasif dan minim melakukan tindakan pencegahan di lapangan.

“BKSDA Sumbar itu kerjanya reaktif, baru bergerak kalau sudah ada masalah. Mereka sibuk pasang kandang jebak dan evakuasi harimau, tapi lupa mencegah akar masalahnya, yaitu hancurnya habitat hutan,” ujar Tommy kepada Sumbarkita pada Jumat (29/5/2026).

Tommy mengatakan bahwa konflik terbaru membuktikan adanya penyempitan ruang hidup satwa akibat alih fungsi hutan menjadi kebun warga. Ia menyebut bahwa kasus nyata terjadi saat Tim BKSDA Sumbar mengevakuasi anak harimau betina berusia 9–11 bulan yang terluka akibat terkena jerat di kebun warga Kecamatan Rao, Pasaman, pada 21 Mei 2026.

Tommy menyayangkan kondisi tersebut karena menunjukkan bahwa habitat harimau sudah bersinggungan langsung dengan aktivitas perkebunan manusia. Ia menegaskan bahwa maraknya pemasangan jerat babi di hutan menjadi bukti lemahnya pengawasan dari pihak berwenang.

“Kasihan anak harimau di Pasaman itu, kakinya terluka parah kena jerat di kebun. Ini bukti nyata kalau rumah mereka di hutan sudah rusak, sehingga mereka terpaksa keluar mencari makan ke lahan warga,” ucap Tommy.

Tommy juga menyoroti penangkapan harimau remaja bernama “Puti Batuah” di Kecamatan Palupuh, Agam, pada 22 Mei 2026. Ia mengatakan bahwa harimau tersebut terpaksa dikurung dalam kandang jebak setelah berkeliaran di permukiman dan persawahan warga sejak awal Mei hingga membuat masyarakat terisolasi.

Tommy menilai pemindahan harimau Agam ke tempat penitipan medis bukan prestasi, melainkan dampak dari kelalaian BKSDA Sumbar memproteksi kawasan suaka margasatwa dan cagar alam. Menurutnya, satwa dilindungi tersebut terpaksa turun gunung karena wilayah berburunya habis ditebang.


halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: alih fungsi hutananak harimau terkena jeratberita Agamberita lingkungan hidupBerita Pasamanberita Sumatera BaratBKSDA Sumbarbuaya muara PasamanCagar Alam Maninjauhabitat harimau rusakHarimau di AgamHarimau di Pasamanharimau masuk permukiman wargaharimau masuk sawah wargaHarimau Sumatrajerat babi di hutankebun sawit ilegalKecamatan Palupuh AgamKecamatan Rao Pasamankerusakan habitat satwakerusakan hutan Sumbarkerusakan lingkungan Sumbarkonflik harimau dan manusiakonflik harimau Sumbarkonflik satwa liarkonservasi harimau Sumatralingkungan hidup Sumbarmaladministrasi BKSDAOmbudsman RIpembalakan hutanPuti Batuahsatwa dilindungiSuaka Margasatwa Bukit BarisanSumbarkitatambang ilegal di hutanternak diterkam harimauTommy AdamWahana Lingkungan Hidup IndonesiaWalhi Sumbar

Berita Terkait

50 Perajin Payakumbuh Ikuti Program Ekraf Peduli, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Pasar Global

50 Perajin Payakumbuh Ikuti Program Ekraf Peduli, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Pasar Global

29 Agustus 2026
Tambang Emas Ilegal di Solok Ancam Lingkungan dan Warga, Polda Sumbar Diminta Bertindak

WALHI Sebut Tambang Emas Ilegal di Sumbar Terang-terangan, Penindakan Aparat Dinilai Belum Sentuh Aktor Utama

29 Agustus 2026
Wali Kota Pariaman Tinjau Program Bedah Rumah, 609 Warga Dapat BSPS pada 2026

Wali Kota Pariaman Tinjau Program Bedah Rumah, 609 Warga Dapat BSPS pada 2026

29 Agustus 2026
Organ Tunggal di Pasaman Barat Disorot, Warga Keluhkan Tarian Erotis hingga Dugaan Miras

Organ Tunggal di Pasaman Barat Disorot, Warga Keluhkan Tarian Erotis hingga Dugaan Miras

29 Agustus 2026
Aktivitas Stockpile Batubara di Pesisir Selatan Disorot, Pengamat Minta Audit Lingkungan

Warga Balai Sinayan Lumpo Pesisir Selatan Adukan Rencana Tambang Batubara PT PPC ke WALHI Sumbar

29 Agustus 2026
Perumda Air Minum Padang Tata Jaringan Pipa, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak Gangguan

Perumda Air Minum Padang Tata Jaringan Pipa, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak Gangguan

29 Agustus 2026
Next Post
Harimau Masuk Permukiman Warga, Walhi Kritik Keras BKSDA Sumbar

Kerusakan Hutan Dinilai Jadi Pemicu Utama Harimau Masuk Permukiman di Sumbar

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

24 Agustus 2026

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

26 Agustus 2026

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

24 Agustus 2026

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal karena Sesak Napas, Keluarga Sebut Tak Dapat Pelayanan di Puskesmas

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal Diduga Tak Dapatkan Penanganan Medis, Puskesmas Bantah Tudingan

24 Agustus 2026

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

27 Agustus 2026

Pemprov Sumbar Akui PNS yang Berbuat Mesum di Ruang Kerja di Video Viral Pejabatnya

Ketahuan Berbuat Mesum di Ruang Kerja, Pejabat Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

25 Agustus 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.