Kabarminang — Seorang anggota jemaah haji asal Sawahlunto dan seorang lagi asal Pasaman wafat di Makkah, Arab Saudi, masing-masing pada Jumat (22/5/2026) dan Kamis (21/5/2026). Keduanya merupakan bagian dari jemaah Embarkasi Padang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat (Sumbar), M. Rifki, mengataka bahwa anggota Jemaah haji asal Sawahluntu itu bernama Mainusni Marukun (74 tahun), perempuan, anggota Kelompok Terbang (Kloter) PDG 12.
Ia menginformasikan bahwa Mainusni wafat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pada Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi.
“Almarhumah berangkat didampingi anaknya, Surtiyaningsih. Almarhumah sudah bersemangat dengan segala persiapan untuk melaksanakan puncak haji,” ujar Rifki pada Minggu (24/5/2026).
Rifki mengungkapkan bahwa Mainusni beberapa kali mendapatkan penanganan medis akibat sesak napas. Ia mengatakan bahwa Mainusni dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor, Makkah. Setelah mendapatkan penanganan medis, katanya, Mainusni dipulangkan ke hotel untuk menjalani perawatan lanjutan bersama tim kesehatan sektor dan kloter.
“Yang bersangkutan sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas. Namun, kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan,” ucap Rifki.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kata Rifki, Mainusni didiagnosis mengalami acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF), yakni kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas dan gangguan jantung.
Meski Mainusni sempat menjalani perawatan, kata Rifki, kondisinya pada Jumat pagi disebut masih cukup baik. Ia menyampaikan bahwa Mainusni bahkan sudah bisa makan, dapat berkomunikasi normal, dan terlihat bersemangat menyambut keberangkatan menuju Armuzna.
















