Namun, setelah pelaksanaan salat Jumat, kata Rifki, petugas menerima kabar dari anggota jemaah satu kamar bahwa kondisi Mainusni tiba-tiba menurun.
“Dokter dan perawat kloter langsung memberikan tindakan medis, termasuk pemeriksaan EKG. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi,” tuturnya.
Meski demikian, kata Rifki, petugas tetap membawa almarhumah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah untuk pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur penanganan jemaah sakit dan wafat di Arab Saudi.
Setelah Mainusni dinyatakan wafat, kata Rifki, proses penanganan jenazah dilakukan oleh pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa Mainusni kemudian disalatkan di Masjidil Haram setelah salat Magrib sebelum dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.
Rifki meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah asal Musnaini untuk segera mengunjungi keluarga dan menyampaikan informasi terkait hak-hak jemaah haji yang wafat di Tanah Suci.
Sementara itu, anggota jemaha haji asal Pasaman yang wafat bernama Syamsu Kari Sudin (58 tahun). Rifki menginformasikan bahwa Syamsu berasal dari Kecamatan Tigo Nagari. Ia menyebut bahwa Syamsu tergabung dalam Kloter PDG 10 Embarkasi Padang.
Rifki menyampaikan bahwa Syamsu wafat di Saudi German Hospital (SGH) pada Kamis (21/5/2026) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi. Ia menyebut bahwa Syamsu didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis.
“Almarhum berangkat haji seorang diri. Sejak beliau tiba di Madinah pada 4 Mei 2026, kondisi kesehatannya memang terus dipantau petugas karena sering mengeluhkan sesak napas saat berjalan sekitar seratus meter. Beliau terus diawasi dokter dan perawat kloter,” ujar Rifki.
















