Kabarminang – Di mata masyarakat, petugas pemadam kebakaran identik dengan sirene meraung dan kobaran api yang harus segera dipadamkan. Namun di Kota Padang, tugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) ternyata jauh lebih luas dari sekadar memerangi kebakaran. Kini, mereka justru lebih sering turun tangan menangani berbagai kondisi darurat non-kebakaran yang mengancam keselamatan warga.
Mulai dari evakuasi ular masuk rumah, sarang tawon yang membahayakan, pencarian orang hilang, hingga melepas cincin yang tersangkut di jari warga, semuanya menjadi bagian dari aktivitas harian petugas Damkar Kota Padang.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengungkapkan bahwa layanan rescue atau penyelamatan kini menjadi salah satu tugas paling dominan yang dijalankan timnya.
“Penyelamatan itu ada masalah ular, tawon, orang hilang, sampai pelepasan cincin,” ujar Rinaldi, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, hampir setiap hari tim rescue diterjunkan ke lapangan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan keahlian khusus. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan Damkar saat ini semakin vital sebagai garda terdepan pelayanan darurat masyarakat.
Data rekapitulasi Damkar Kota Padang hingga April 2026 memperlihatkan perbedaan mencolok antara jumlah kebakaran dan aksi penyelamatan non-kebakaran. Selama empat bulan pertama tahun ini, tercatat sekitar 100 kasus kebakaran berhasil ditangani. Namun jumlah tersebut ternyata kalah jauh dibanding operasi rescue yang mencapai ratusan kali.
Kategori animal rescue menjadi layanan yang paling mendominasi. Sepanjang Januari hingga April 2026, Damkar Kota Padang mencatat sebanyak 951 aksi penyelamatan terkait gangguan hewan liar dan berbahaya seperti ular, tawon, lebah, dan biawak. Selain itu, petugas juga turut melakukan pencarian orang hilang.
Jika dirinci per bulan, pada Januari terdapat 245 aksi penyelamatan, Februari 237 kejadian, Maret meningkat menjadi 270 kejadian, dan April sebanyak 199 kejadian.
Tingginya angka permintaan bantuan tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat kini semakin mengandalkan Damkar, bukan hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam berbagai kondisi darurat lain yang mengancam keselamatan. (Diskominfo)
















