Kabarminang — Rumah Zakat Sumbar bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali menyalurkan bantuan kepada mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang dalam kegiatan serah terima bantuan mahasiswa terdampak. Mereka melakukan hal itu karena peduli terhadap mahasiswa terdampak bencana.
Pada tahap kedua ini, bantuan diberikan kepada tujuh orang mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Pada tahap pertama, sebanyak 35 mahasiswa menerima bantuan serupa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan mereka pascabencana yang terjadi pada November 2025.
Kepala Cabang Rumah Zakat Sumbar, Ariedo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung kelancaran proses perkuliahan. Ia menegaskan bahwa bantuan diprioritaskan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dan dipergunakan untuk kebutuhan yang lebih prioritas terlebih dahulu agar proses perkuliahan tetap berjalan dengan baik.
“Musibah yang terjadi beberapa waktu lalu jangan sampai mematahkan semangat adik-adik mahasiswa untuk terus kuliah dan meraih cita-cita. Kami berharap rangkaian penyaluran bantuan ini bisa menjadi penguat dan penyemangat,” ujarnya dalam kunjungan ke kampus UIN Imam Bonjol Padang pada Senin (11/5/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, pihaknya tidak hanya ingin fokus pada penyaluran bantuan secara langsung, tetapi juga mendorong hadirnya program pemberdayaan yang lebih menyentuh kebutuhan mahasiswa. Ia mengharapkan program tersebut dapat menjadi bentuk pendampingan berkelanjutan bagi mahasiswa prioritas di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang.
Sementara itu, Kepala Biro AAKK UIN Imam Bonjol Padang, Masmuni, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Menurutnya, kehadiran Rumah Zakat Sumbar dan Paragon telah mewakili perhatian serta kepedulian terhadap mahasiswa yang membutuhkan pendampingan dan dukungan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada mahasiswa kami. Bantuan ini tentu menjadi motivasi agar mahasiswa tetap semangat menjalani proses perkuliahan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa apabila proses pendampingan dan penyaluran bantuan belum dapat dilakukan secara cepat.
















