Kabarminang – Tingginya minat perusahaan pelayaran nasional maupun internasional terhadap lulusan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat mendapat perhatian khusus dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Suharto.
Dalam keterangannya usai wisuda Poltekpel Sumbar di Kampus Poltekpel Sumbar, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (9/5/2026), Suharto menegaskan bahwa karakter menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan sumber daya manusia (SDM) maritim Indonesia.
“Karakter ini sangat penting untuk menjadi modal besar dalam dunia kemaritiman. Bukti keseriusan itu terlihat dari kepercayaan industri kepada lulusan kita,” ujar Suharto.
Ia mengungkapkan, saat ini Poltekpel Sumbar telah menjalin kerja sama dengan puluhan perusahaan maritim dalam dan luar negeri. Bahkan, sebelum taruna menjalani praktik kerja lapangan (PKL), sejumlah perusahaan sudah lebih dahulu mengajukan permintaan tenaga kerja.
“Sebelum mereka berangkat PKL, sudah ada perusahaan yang meminta. Ini menunjukkan bahwa lulusan kita memang dibutuhkan dan dipercaya,” katanya.
Menurut Suharto, perusahaan internasional kini menilai sekolah pelayaran di Indonesia, termasuk Poltekpel Sumbar, mampu bersaing dengan lembaga pendidikan maritim luar negeri.
“Perusahaan swasta internasional melihat banyak sekolah pelayaran di Indonesia bisa bersaing dengan lulusan luar negeri. Bahkan banyak pihak asing yang meminta SDM kita untuk bekerja di luar,” tegasnya.
Ia mengakui tingginya permintaan tersebut membuat pihak kampus dan pemerintah kerap kewalahan memenuhi kebutuhan industri.
“Puluhan perusahaan asing telah bekerja sama dengan kita dan mereka terus meminta SDM. Permintaannya sangat banyak, bahkan kita kewalahan,” ujarnya.
Dua Jalur Pengembangan Putra Daerah
Suharto menjelaskan, pemerintah menerapkan dua pola pengembangan bagi putra-putri terbaik daerah.
Pertama, skema pendidikan yang dibiayai pemerintah pusat, kemudian setelah lulus dikembalikan ke daerah untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kedua, jalur kerja sama industri nonpolitik yang memfasilitasi lulusan bekerja langsung di perusahaan pelayaran nasional maupun internasional.
“Putra terbaik daerah kita sekolahkan melalui pusat dan setelah lulus bisa kembali menjadi ASN di daerah. Sementara jalur kedua, kita fasilitasi mereka bekerja di luar negeri melalui kerja sama industri,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini mayoritas lulusan lebih memilih jalur non-ASN karena pertimbangan kesejahteraan dan peluang karier global.
“Banyak yang memilih non-ASN karena selisih kesejahteraan cukup signifikan. Namun keduanya tetap bagian dari penguatan sektor perhubungan nasional,” tambahnya.
Fokus Cetak SDM Maritim Berstandar Global
Sementara itu, Direktur Poltekpel Sumbar Budi Riyanto menegaskan pihaknya terus memperkuat kualitas pendidikan berbasis kebutuhan industri dan standar internasional.
“Kami memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga siap memimpin perubahan, terutama menuju era green shipping dan digitalisasi pelayaran,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Adib Alfikri.
Menurutnya, Poltekpel Sumbar telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul berbasis kemaritiman.
Sejumlah kerja sama juga telah terjalin dengan berbagai pemerintah daerah seperti Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman, Dharmasraya, dan daerah lainnya.
“Poltekpel Sumbar memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah. Lulusannya menjadi representasi profesionalisme Sumatera Barat di tingkat nasional dan internasional,” kata Adib.
Dengan tingginya kepercayaan industri global, Poltekpel Sumbar kini tidak hanya mencetak perwira transportasi laut, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengembangan SDM maritim yang siap bersaing dan memimpin di panggung dunia.
















