Kabarminang — Warga menemukan mayat seorang laki-laki di pinggir sawah di Kampung Cumateh, Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, pada Selasa (24/3/2026) pagi. Keluarganya menduga bahwa mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.
Mayat tersebut ialah Aryanto (42 tahun), penganggur, warga Kampung Cumateh. Adik Aryanto, Hendri Sudarso (39 tahun), mengatakan bahwa kakaknya itu sudah sepuluh tahun tinggal berdua dengannya karena orang tua mereka sudah meninggal dunia.
Sudar melaporkan kematian Aryanto ke Polsek Koto XI Tarusan pada Senin (30/3/2026) atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang berinisial JS di Warung Siman Jokowi di Cumateh. Ia melaporkan JS ke polsek karena mendapatkan cerita dari saksi bernama Uncu Kusar bahwa Aryanto berkelahi dengan JS di warung tersebut pada Senin (23/3/2026) malam.
“Saya menduga abang saya meninggal karena dibunuh karena malam sebelum mayatnya ditemukan pada keesokan paginya, dia dikeroyok di warung. Di lehernya terlihat seperti ada bekas cekikan. Selain itu, saat jenazah abang saya dimandikan, keluar darah dari mulutnya,” ujar Sudar kepada Kabarminang.com pada Jumat (3/4/2026).
Saat polisi menyerahkan mayat Aryanto kepada Sudar, Sudar sudah membuat surat pernyataan bahwa ia tidak ingin jenazah abangnya diotopsi dan tidak akan menuntut siapa pun atas kematian tersebut. Perihal itu, Sudar menjelaskan bahwa saat itu mendengar cerita orang-orang di puskesmas ketika mayat Aryanto dibawa ke sana bahwa biaya otopsi Rp20 juta sampai Rp25 juta.
“Karena tidak punya uang sebanyak itu, saya tidak jadi mengotopsi jenazah abang saya. Untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi membayar uang untuk otopsi sebanyak itu,” ucap Sudar.
Selain itu, Sudar tidak melapor ke polsek perihal kematian Aryanto karena menduga bahwa kakaknya itu meninggal karena penyakit epilepsy (ayan) yang dideritanya kambuh sebab memang mayatnya ditemukan di sawah. Namun, keesokan harinya ia mendapatkan cerita dari orang-orang bahwa pada malam sebelum mayat Aryanto ditemukan, Abangnya itu dikeroyok orang di Warung Siman Jokowi.
Sudar mengatakan bahwa ia terakhir kali melihat Aryanto saat keluar rumah pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 21.15 WIB. Sejak malam itu, katanya, Aryanto tidak pulang ke rumah. Ia kemudian mendapatkan kabar dari warga pada Selasa (24/4/2026) pagi bahwa mayat Aryanto ditemukan di pinggir sawah. Ia langsung bergegas menuju lokasi itu dan melihat jenazah kakaknya telentang di pinggir sawah.















