Kabarminang — Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Nasional Sumbar–Riau, tepatnya di Jorong Air Putih, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian itu, delapan orang luka-luka.
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas Polres 50 Kota, Iptu Zarwiko Irzal, mengatakan, kejadian itu melibatkan 3 unit kendaraan, yakni mobil barang Isuzu Truckbox BM 8815 JU, minibus Suzuki APV BA 1456 QR, dan minibus Toyota Innova BM 1776 JU.
Ia mengatakan, tabrakan itu bermula saat mobil Isuzu Truckbox yang dikemudikan Dedi Arianto (40), warga Jorong Sarilamak, melaju dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh. Kemudian saat bersamaan, dari arah berlawanan datang minibus Suzuki APV yang dikemudikan Wetri Antosman (42), warga Dumai. Di belakang APV juga melaju minibus Toyota Innova yang dikemudikan Bayu Mahendra (32), warga Pekanbaru.
“Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan tikungan, diduga mobil truckbox melebar ke sisi kanan jalan. Dari arah berlawanan datang mobil Suzuki APV. Karena jarak sudah dekat, pengemudi APV tidak sempat melakukan pengereman sehingga terjadi tabrakan. Kemudian pada saat bersamaan datang Toyota Innova tidak sempat mengerem hingga menabrak bagian belakang APV sehingga terjadi tabrakan beruntun,” ” ujarnya kepada Sumbarkita, Rabu (20/5).
Ia melanjutkan, akibat tabrakan itu, delapan orang luka-luka, yakni pengemudi dan penumpang Suzuki APV. Mereka mengalami luka ringan hingga luka yang diduga patah tulang, seperti patah paha, luka robek di kepala dan dagu, lebam di bagian dada, serta nyeri pada kaki dan pinggang.
“Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini. Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Ketiga kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan, sedangkan Suzuki APV juga mengalami kerusakan di bagian belakang dengan kerugian ditaksir Rp20 juta.
Ia menyebut pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengukuran serta penggambaran TKP, mencatat saksi-saksi, dan mengamankan kendaraan yang terlibat.
















