Kabarminang – Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali muncul di kawasan permukiman dan lahan pertanian warga Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, dalam beberapa hari terakhir. Kemunculan satwa dilindungi itu memicu keresahan masyarakat setempat.
Insiden terbaru terjadi di Kampung Tabuah-Tabuah pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Dua warga, Pak Cap (64) dan Dedi (35), dikejutkan oleh seekor harimau yang terlihat di pinggir sawah saat mereka hendak memulai aktivitas pagi.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maninjau, Ade Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut salah seorang warga sempat merekam kemunculan satwa menggunakan telepon genggam.
“Warga atas nama Dedi sempat merekam kemunculan satwa menggunakan kamera ponselnya,” ujar Ade dikonfirmasi Sumbarkita.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) Pasia Laweh langsung melakukan penyisiran di lokasi.
Ketegangan sempat terjadi ketika tim yang hendak memasang camera trap atau kamera jebak justru berpapasan langsung dengan harimau dalam jarak sangat dekat.
“Saat proses pemasangan kamera, tim melihat harimau dalam jarak sekitar lima meter. Untuk menghindari konflik, Tim PAGARI dan masyarakat segera mundur dan mengevakuasi diri,” jelasnya.
Tim BKSDA yang tiba di lokasi kemudian melakukan penyisiran menyeluruh, namun satwa tidak lagi ditemukan di titik koordinat awal. Sebagai langkah antisipasi, petugas memasang tiga unit kamera jebak di Kampung Tabuah-Tabuah guna memantau pergerakan harimau.
















