Kemunculan ini merupakan rangkaian kejadian dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, pada Jumat (27/2/2026), BKSDA juga menerima laporan kemunculan harimau di kawasan Ladang Ateh, Jorong Palupuh.
Peristiwa di Ladang Ateh bermula saat seorang warga, Mulyadi (46), mengaku melihat dua ekor harimau pada Kamis (26/2/2026) siang ketika membersihkan kebun.
“Mulyadi menoleh ke belakang dan melihat dua ekor harimau berjarak sekitar 10 meter. Ia berusaha tetap tenang dengan mengeraskan bunyi mesin potong rumput sebelum berlari meminta bantuan,” kata Ade.
Meski saksi melaporkan adanya dua ekor satwa, hasil rekaman video yang diperoleh petugas hanya menunjukkan satu ekor harimau.
Di lokasi tersebut, BKSDA memasang enam unit kamera jebak karena jaraknya hanya sekitar 325 meter dari kawasan hutan produksi yang diduga menjadi jalur perlintasan satwa.
“Kami terus mengecek kamera jebak untuk memastikan apakah satwa masih berada di area perkebunan warga atau hanya melintas,” tambahnya.
BKSDA mengimbau masyarakat tetap waspada serta membatasi aktivitas di area yang teridentifikasi sebagai jalur perlintasan Harimau Sumatera guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.
















