Kabarminang – Pasar Pabukoan Imam Bonjol di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang menjadi salah satu titik perputaran ekonomi UMKM selama Ramadan 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Junie Nursyamza mengatakan pasar tersebut diisi 29 pelaku UMKM yang menempati 39 meja untuk berjualan takjil dan menu berbuka.
“Masing-masing ada yang dua meja, ada yang tiga meja,” ujarnya, Kamis (19/2).
Junie menjelaskan, penyelenggaraan pasar pabukoan tahun ini dilakukan melalui kesepakatan bersama pedagang karena tidak tersedia anggaran dari Dinas Perdagangan. Pembiayaan kemudian disepakati dalam bentuk sewa tempat selama satu bulan.
Biaya sewa ditetapkan sebesar Rp810 ribu per UMKM jika mendapatkan dukungan anggaran dari Bank Indonesia dan Bank Nagari. Sebelumnya, pedagang sempat membayar Rp2 juta, dengan fasilitas yang sudah termasuk tenda, sewa tempat, kebersihan, serta keamanan.
Pasar Pabukoan Imam Bonjol mulai beroperasi sejak Rabu (18/2/2026) dan buka setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Salah seorang pedagang minuman, Faisal, mengatakan ramadan menjadi momentum penting bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Ia menjual aneka minuman segar seperti air mentimun, rumput laut, dan sup buah.
“Saya jual air mentimun, rumput laut, sup buah, dan berbagai jenis minuman lainnya,” katanya.
Ia menyebutkan, seluruh minuman dijual dengan harga Rp10 ribu per gelas. Menurutnya, minuman segar menjadi salah satu produk yang paling cepat habis diburu pembeli.
















