Kabarminang — Wilayah Kabupaten Agam diguncang gempa sebanyak 17 kali dalam dua hari terakhir, dengan magnitudo 1,3 hingga 4,6. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sejak Minggu (28/12) hingga Senin (29/12) pagi.
“Ini merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kajai Talamau, bagian dari Sesar Sumatera,” kata Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, kepada Sumbarkita, Senin (29/12).
Ia menyebut aktivitas sesar ini memengaruhi ketidakstabilan wilayah perbukitan, khususnya di kawasan Kecamatan Palembayan.
Ia menambahkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko lanjutan apabila dipengaruhi faktor cuaca, terutama hujan yang dapat memicu longsor.
“Apabila hujan terjadi selama enam jam berturut-turut, kondisi tanah yang tidak stabil tersebut dapat memicu kembali terjadinya longsor di wilayah perbukitan Palembayan,” ujarnya.
Suaidi juga menyebut jika dalam dua hari ke depan cuaca panas, tebing-tebing yang saat ini tidak stabil dapat kembali normal secara alami.
Ia mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan perbukitan Palembayan, agar selalu berhati-hati dan waspada, terutama saat cuaca hujan.
Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Agam untuk memastikan keselamatan masyarakat.
















